Tampilkan postingan dengan label S.Pd.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label S.Pd.. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Tidak Semua Orang Tua Tahu Pengalaman Buruk Anak saat Online


Hasil studi global terkait keamanan cyber mengungkap, anak-anak menghabiskan waktu online rata-rata 11 jam per minggu dan pernah mengalami pengalaman buruk seperti tak sengaja mengunduh virus atau mendarat di situs porno. Mereka umumnya merasa sangat bersalah saat melakukan itu.

Survei yang dilakukan secara global itu menemukan bahwa secara global, hanya 45 persen orang tua menyadari bahwa anak-anak mereka pernah mengalami pengalaman buruk saat online. Sekitar 20 persen dari anak-anak yang disurvei mengaku, orang tua mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan saat online.

Hasil studi tersebut terungkap dalam Norton Online Family Report, dari perusahaan pembuat software anti-virus Symantec. Lynn Hargrove dari Symantec Kanada mengungkap, saat mengalami pengalaman buruk, anak-anak juga merasa marah, kecewa, takut, terabaikan, dan juga malu. Kata-kata seperti itulah yang dikemukakan anak-anak yang disurvei untuk menggambarkan perasaan mereka tentang pengalaman buruk saat online.

Bertemu “teman” yang tak diinginkan di situs jejaring sosial dan diajak bertemu dengan orang yang belum mereka kenal, juga dialami oleh anak-anak.

Survei tahunan ini melibatkan responden yang terdiri dari 2.800 anak-anak di 14 negara, termasuk Kanada, Amerika Serikat, Cina dan Swedia, tentang aktivitas online mereka. Survei ini juga menyertakan 1.600 orang tua yang memiliki anak usia 8-17 tahun. Hasil survei juga menunjukkan, 70 persen anak mengaku akan mengadu pada orang tua jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka.

Imbauan untuk Orang Tua

Hargrove mengimbau agar para orang tua sebaiknya sadar bahwa anak-anak mampu mengunduh lebih banyak hal dari yang dibayangkan. Hal tersebut bisa menyebabkan anak-anak terpapar konten negatif yang tak pantas untuk mereka, atau konten-konten yang membujuk anak untuk membeberkan informasi pribadi.

Pengalaman buruk saat online memang tidak serta-merta mengubah perilaku anak, tapi mereka butuh seseorang untuk diajak bicara tentang apa yang mereka alami saat online. Saat itu terjadi, orang tualah yang seharusnya ada untuk mereka.

Hargrove menyarankan agar orang tua dan anak menggelar percakapan informal tentang hal ini. Mungkin bisa dimulai dengan bertanya pada anak tentang situs apa yang mereka suka dan aktivitas apa yang membuat mereka tertarik untuk online. Lalu obrolan bisa dilanjutkan dengan bertanya pernahkah mereka mengalami pengalaman buruk saat online.

Michael Zwaagstra, guru SMA yang meneliti dampak komputer di ruang kelas mengungkap, penting bagi orang tua yang memiliki anak yang masih muda untuk tidak bersikeras dengan pola pandang “semua yang anak lakukan di internet adalah privasi mereka dan bukan urusan orang tua”.

Menurut Zwaagstra, internet adalah ruang publik dan semua hal yang bisa dilakukan seseorang bisa diakses orang lain. Oleh karena itu orang tua berhak dan wajib mengawasi apa yang dilakukan anak-anak mereka di internet.

Sumber:

1. http://www.winnipegfreepress.com/

2. Internet Sehat

Di Susun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan


Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

Jumat, 28 Mei 2010

7 Panduan Online untuk Anak Usia 2-10 Tahun

The American Academy of Pediatricians (AAP) merumuskan panduan berinternet berbasiskan usia. Tujuannya agar dapat menjadi pegangan bagi orang tua dan keluarga untuk mengenalkan pola berinternet yang baik pada anak-anak dan remaja, sesuai umur mereka.

Panduan ini juga digunakan Microsoft dalam family safety settings di Windows 7 dan Windows Vista. Berikut adalah panduan berinternet dari AAP yang disusun berdasarkan usia.

7 tips keamanan online untuk anak usia 2-10 tahun:

  1. Lakukan komunikasi terbuka dan positif dengan anak. Penting untuk selalu bicara dengan mereka tentang komputer dan bersifat terbuka menanggapi pertanyaan-pertanyaan dan keingintahuan mereka.
  2. Anak-anak dalam usia ini perlu didampingi saat mereka online. Duduk di sebelahnya untuk memperhatikan aktivitas mereka.
  3. Tetapkan aturan yang jelas terkait penggunaan internet.
  4. Pastikan anak tidak mengobral informasi personal seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, atau password kepada kenalan online mereka.
  5. JIka sebuah situs mengharuskan anak menginputkan nama untuk mempersonalisasi konten web, bantu anak membuat nickname yang tidak mengandung informasi personal.
  6. Gunakan family safety tools untuk membuat profile yang pantas untuk masing-masing anggota keluarga dan untuk membantu mereka memfilter internet. Bantu anak menangkal window pop-up yang mengganggu, dengan pop-up blocker yang biasanya tersedia di browser.
  7. Semua anggota keluarga harus bisa menjadi panutan untuk anak yang baru saja mengenal internet.

Nantikan tips selanjutnya untuk anak usia 11-14 tahun, hanya di Internet Sehat!

Sumber:

1. Microsoft, 28 April 2010

2. Internet Sehat


Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

Rabu, 28 April 2010

5 Tantangan Orang Tua di Era Internet

Menjadi orang tua memang penuh tanggung jawab. Terlebih di jaman yang serba maju, di mana teknologi internet berangsur menjadi kebutuhan wajib dalam keluarga. Banyak tantangan baru yang musti ditaklukkan oleh para orang tua. Bagaimana membimbing anak yang makin lincah bergerak di dunia maya, tanpa harus terlihat seperti penjaga berbaju besi.

Bukan hal yang mudah tentu saja. Tapi meskipun sulit, tidak bijak jika orang tua menyerah dan malah mengabaikan tantangan yang ada. Berikut adalah lima tantangan yang harus ditaklukkan para orang tua dalam menyikapi kebutuhan interaksi anak dengan dunia maya:

1. Tak mudah untuk selalu up-to-date

Teknologi internet berkembang dengan sangat pesat. Di satu sisi hal ini memudahkan anak dan siapa saja untuk online setiap saat, tapi di sisi lain merupakan tantangan bagi orang tua untuk mengetahui perkembangan yang sudah terjadi. Hari ini anak bisa mengakses internet dari perangkat mobile, di kemudian hari bisa jadi mereka mengakses internet dari perangkat yang belum ditemukan sekarang. Situs dan layanan baru muncul dan menjadi populer, menggantikan situs dan layanan lama.

Orang tua harus mengajarkan anak tidak hanya tentang situs-situs yang aman dan pantas, tapi juga tentang bagaimana berperilaku yang pantas dan aman.

2. Anak-anak online tanpa pengawasan orang tua

Kebanyakan anak mengaku bahwa orang tua mereka tidak memiliki aturan yang jelas tentang internet. Akibatnya, anak mengunjungi sembarang situs, membuat konten, dan berkomunikasi dengan sembarang orang di email, jejaring sosial, instant messaging, dan SMS. Semua dilakukan dengan bebas dan tanpa pengawasan.

Ingat. Orang tua harus melibatkan diri dalam kehidupan online anak-anak mereka.

3. Anak malah tahu lebih banyak dibanding ortu

Mereka tumbuh dengan kemudahan mendapatkan akses internet. Tak jarang, mereka justru lebih tahu situs-situs yang asik untuk dikunjungi dan melakukan aktivitas online yang belum diketahui orang tuanya. Tak sedikit anak yang tahu caranya menghindari filter, blokir, atau pengaturan history yang digunakan orang tua untuk mengatur aktivitas online mereka.

Waspadai jika hal seperti ini terjadi pada Anda. Orang dewasa dituntut untuk tahu dan mengerti bahasa isyarat atau trik-trik yang digunakan anak-anak saat berkomunikasi. Jangan sampai Anda terkelabui dan membiarkan anak jadi terlalu bebas tanpa kendali.

4. Ini jaman user membuat sendiri konten internet

Hah? Apa lagi nih maksudnya? Anda mungkin bingung, apalagi jika tidak rajin-rajin update info. Ketahui bahwa jaman sekarang, mereka yang menggunakan internet juga turut menciptakan konten sendiri, termasuk anak-anak. Mereka bisa memajang dan menerima foto, video, bahkan membaca dan menulis apa saja, dan itu semua bisa dilihat oleh siapa saja yang online. Mereka juga bisa menerima informasi yang belum diedit dan belum disaring.

Mengerikan jika membiarkan anak tidak memiliki bekal yang cukup dalam berjelajah internet. Orang tua harus mengajarkan anak untuk berpikir kritis tentang apa yang mereka pajang, baca, dan lihat di internet.

5. Kita harus memperketat pengawasan saat anak menuntut untuk merdeka

Sudah sewajarnya, anak yang memasuki usia remaja akan menuntut privasi, mencoba menjadi orang lain, dan mencoba berbagai cara agar lebih diterima lingkungan. Semua itu adalah bagian dari tumbuh kembang anak. Bahkan pada saat orang tua peduli akan keamanan dan keselamatan mereka, campur tangan yang coba dilakukan malah akan diterjemahkan sebagai sikap yang terlalu protektif dan mengekang.

Lakukan pendekatan yang tepat. Orang tua harus memastikan bahwa anak-anak tahu yang namanya tanggung jawab dan paham bagaimana bersikap yang tapat agar selamat dalam pergaulan. Semua tergantung upaya orang tua, agar anak-anak mau mendengarkan nasehat yang baik untuk mereka.

Sumber:

1. Commonsense.com

2. Internet Sehat

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

Minggu, 28 Maret 2010

Anak Gadis Kok Lebih Gampang Jadi Korban di Internet?

Para orang tua pasti menyadari, mereka kini tidak hanya harus melindungi putra-putri mereka dari ancaman di dunia nyata, tapi juga dari ancaman yang tak kalah besar di dunia maya. Meski internet belum menjadi media mainstream layaknya TV, ancaman yang mengintip di belantara maya bukan berarti lebih enteng.

Para peneliti di University of Ottawa mengungkap bahwa selama ini mereka mengira bahwa internet adalah dunianya para boys (remaja pria), tapi riset terbaru membuktikan bahwa para gadis ternyata lebih mudah nyemplung ke media online dibanding remaja pria.

Gadis remaja sangat lincah bergaul di dunia maya. Para gadis biasanya menggunakan internet untuk membangun hubungan dunia nyata, dan lebih menyukai jejaring sosial dibanding remaja pria. Mereka juga lebih jujur dan lebih terbuka tentang identitas dirinya.

Sejumlah ahli berpendapat, para gadis merasa lebih menemukan kebebasan di dunia maya. Internet dianggap mampu menerobos batasan sempit yang ada di media mainstream, padahal ancaman yang mengintai mereka terbilang besar.

Ancaman yang paling umum adalah iklan-iklan yang tidak mendidik dan mengaburkan pencitraan mereka terhadap diri dan lingkungannya. Iklan-iklan yang terlalu persuasif menawarkan obat pelangsing misalnya, sering menampilkan gambar perempuan yang pusing dengan berat badannya meski tidak terlalu gemuk.

Ancaman lain adalah konten-konten porno dan pelecehan seksual. Konten porno yang beredar bebas di internet bisa membuat mereka berpikir lain tentang pentingnya menjaga aurat. Contoh nyata terjadi di Amerika Serikat, sejumlah gadis bawah umur terancam hukum pornografi anak lantaran memajang foto diri yang mereka kira wajar, tapi ternyata dinilai porno oleh aparat.

Fakta ini perlu diwaspadai oleh para orang tua, terutama yang punya anak gadis yang aktif online. Mereka perlu diawasi dengan bijak. Ajak mereka bicara dari hati ke hati, tanamkan bahwa apa yang mereka lihat di iklan atau foto-foto di internet, bisa saja penuh manipulasi.

Orang tua juga perlu menyadari bahwa anak butuh perhatian besar bukan hanya saat mereka bayi. Anak justru butuh lebih banyak perhatian saat mereka makin besar.


Sumber :

1. internet-safety.yoursphere.com, 12 Maret 2010

2. Internet Sehat


Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

5 Tips Memilih Aplikasi Mobile untuk Anak

Dewasa ini teknologi internet berkembang dengan pesatnya. Salah satunya ditandai dengan makin mudahnya akses internet. Orang tidak lagi harus duduk di depan komputer untuk mengakses internet, tapi bisa dari mana saja melalui perangkat mobile seperti ponsel.

Seiring makin pesat dan maraknya perkembangan teknologi perangkat mobile, ada hal yang perlu diwaspadai. Banyak aplikasi yang bisa di-download dengan mudah dari ponsel, bahkan oleh anak-anak. Tak jarang aplikasi tersebut sebenarnya bukan diperuntukkan untuk anak-anak, tapi dikemas seperti aman untuk semua umur. Kalau sudah begitu, besar kemungkinan anak akan mendapat paparan konten yang tidak tepat, dan membawa dampak negatif bagi perkembangan anak.

Agar tidak mudah tertipu, berikut 5 tips untuk download aplikasi mobile yang tepat untuk anak:

1. Jangan terkecoh dengan judul

Jangan mudah terjebak dengan judul saat memilih aplikasi atau game buat anak. Periksa baik-baik apakah aplikasi tersebut benar-benar diperuntukkan untuk anak-anak, karena sekilas mungkin judulnya tampak bagus buat anak tapi bisa jadi isinya menjebak.

2. Periksalah fasilitasnya

Khusus untuk game online, anda harus lebih berhati-hati. Game online memungkinkan anak bermain bersama orang yang tak dikenalnya. Bahkan beberapa game terhubung dengan komunitas game online yang terkait dengan Facebook dan Twitter. Untuk keamanan dan kenyamanan, matikan saja pilihan opsi multiplayer-nya.

3. Jangan terkecoh iklan
Para pengembang aplikasi mobile tentunya mengharapkan keuntungan yang maksimal dari produknya. Dan anak-anak adalah salah satu pangsa pasar yang empuk. Anak-anak mudah dijadikan sasaran penjualan dengan beragam iklan dan promo produk. Berhati-hatilah, ajarkan sikap cerdas dan kritis pada anak sehingga tidak mudah terjebak pada sembarang iklan dan promo produk yang mereka temui.

4. Jangan boros

Beberapa aplikasi yang ditawarkan punya rentang harga yang bervariasi, bahkan kadang ada yang tersedia gratis. Didiklah anak untuk pintar memilih aplikasi yang sesuai, baik jenis maupun harganya. Atau bisa juga dengan menetapkan batasan berapa banyak uang yang bisa dibelanjakan untuk download aplikasi tiap bulannya.

5. Pelajari spesifikasi produk

Tak jarang, aplikasi untuk orang dewasa dan anak-anak ditawarkan dalam halaman yang sama. Diskripsi, screenshot produk, dan komentar pengguna terpampang untuk tiap aplikasi yang ditawarkan. Hal ini belum tentu layak dibaca oleh anak-anak. Sebaiknya aktivitas mempelajari produk, termasuk meneliti spesifikasi dan komentar pengguna dilakukan oleh orang tua. Luangkan waktu untuk melihat-lihat dan mempelajari produk yang ditawarkan, sehingga anda bisa mengarahkan atau memberi saran terhadap produk yang sesuai untuk anak.


Sumber:

1. http://www.commonsensemedia.org/

2. Internet Sehat

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

Minggu, 28 Februari 2010

Tips Internet Sehat

7 Internet Sehat Checklist

1
. Berhati-hatilah menggunakan e-banking di tempat umum, semisal warnet. Mintalah jaminan keamanan PC kepada petugas warnet tersebut.

2. Tidak memberikan password apapun kepada siapapun di Internet.

3. Jika membuat situs pribadi atau melakukan chatting, janganlah memberikan data pribadi (alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, dll.).

4. Buatlah minimal 2 alamat e-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi untuk keperluan berlangganan milis atau layanan Internet.

5. Jangan buka file kiriman (attachment) dari seseorang yang tidak kita kenal benar. Langsung di delete saja.

6. Tetaplah ingat untuk memperpanjang sewa nama domain yang anda miliki.

7. Peran orang-tua / guru dalam membimbing dan mengarahkan anak / murid tidak dapat digantikan dengan software apapun.

Sumber:

Dari Internet Sehat

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

Rabu, 06 Januari 2010

Apa itu Internet Sehat ?

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.
2. Arip Nurahman
3. Fahmi Ramadhan

Apa itu Internet Sehat ?

Internet merupakan sebuah jaringan global yang memungkinkan komunikasi antar kota dan bahkan antar negara dapat dilakukan dengan biaya yang murah. Kita bisa mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) dan mencari informasi (browsing) dengan siapapun, darimanapun dan kemanapun dengan biaya pulsa telepon lokal. Kita bisa pula "bertelepon" ke luar negeri, juga dengan pulsa lokal. Internet dipadati dengan materi pendidikan dan hiburan.

Ingatlah, tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat bagi kita. Beberapa isinya bahkan cenderung merugikan kita, anak-anak dan murid. Materi yang merugikan tersebut terdapat di situs-situs negatif, misalnya pornografi, madat, rasisme, kekerasan dan perjudian. Di Internet dapat pula terjadi pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual ringan maupun berat.

Tetapi jangan kuatir, dengan kerjasama kita, pengaruh negatif di Internet dapat kita kecilkan sekaligus mengoptimalkan manfaat positifnya. Untuk itulah maka komunitas Internet di Indonesia yang peduli dengan "sehat"-nya Internet menjalankan program Internet Sehat dengan tujuan:

- membantu mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.

- membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya.

- membantu mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).

Internet Sehat
cyberwise@ictwatch.com

Sumber:

Internet Sehat

Minggu, 03 Januari 2010

Kurikulum TIK untuK TK / SD

(Para Siswa Sedang Belajar sambil Bermain di SDN Bangunharja)

Belajar Sambil Bermain dengan Komputer

Anak belajar melalui permainan mereka. Anak-anak yang masih kecil sebetulnya sudah melakukan proses belajar dengan cara mereka sendiri, terlepas dari sekolah atau homeschool. Menurut pendapat saya, sebuah rumah sudah merupakan tempat yang cukup besar untuk balita bereksplorasi. Apakah anda pernah mendengar balita yang tidak berkeliling dan mencoba memegang/meneliti semua barang yang dilihatnya ?

Main ! Main ! Main ! Bermain merupakan hal utama bagi anak kecil. Anak belajar melalui permainan mereka. Mereka belajar tentang badan mereka, lingkungan mereka, orang-orang sekitar mereka.

Anda dapat terus membaca halaman ini atau langsung ke halaman kegiatan membaca, kegiatan matematika, atau ide kegiatan preschool.

Pentingnya bermain

Sejak lahir anak mempunyai rasa ingin tahu. Mereka ingin tahu bagaimana dunia mereka. Bayi belajar dengan cara berinteraksi dengan orang di sekitar mereka, dengan menggunakan indera mereka.

Perhatikan bayi anda dan lihatlah proses belajar yang mereka lakukan.

Saya senang sekali memperhatikan bayi ketika mereka baru berusia beberapa hari. Bagaimana mereka berusaha memasukkan ibu jarinya ke mulut untuk disedot. Bagaimana mereka berusaha mengeluarkan tangannya dari bedong mereka.

Anak belajar melalui permainan mereka. Orang dewasa sebaiknya ikut dalam permainan tersebut. Mainan tidak terlalu penting karena orangtualah mainan utama bagi anak-anak.

(Early Years Homeschool)

From SpeedyWiki

Sumber: Onno W. Purbo, B.Sc., M. Sc., Ph.D.

Sering kali kita menjadi tidak kreatif dan mengajarkan anak-anak untuk menggunakan komputer seperti orang dewasa. Banyak sekolah dasar di Indonesia mengajarkan komputer untuk anak-anak untuk keperluan mengetik, membuat presentasi, menghitung menggunakan spreadsheet yang sebetulnya tidak cocok untuk anak-anak.

Dunia komputer jauh lebih luas daripada sekedar mengetik, membuat presentasi dan menghitung spreadsheet. Pada kesempatan ini akan di jelaskan khususnya untuk sistem operasi Linux, karena memang jauh lebih banyak aplikasi pendidikan yang menarik dan bebas / gratis di Linux di bandingkan di sistem operasi Windows.

Contents

Cara Belajar Sambil Bermain

Pengalaman saya dalam belajar sambil bermain. Di awal proses belajar tersebut tampaknya anak tidak mungkin kita lepas sendiri karena kemungkinan tidak tahu arah kemana harus mencari atau menggunakan aplikasi pendidikan.

Sangat di sarankan bahwa anak-anak terutama untuk pra-sekolah dan TK di dampingi oleh guru atau orang tua dalam proses belajar tersebut. Tapi untuk SD, mungkin ada baiknya dibuat suasana kompetisi atau kerjasama kelompok dalam belajar sambil bermain komputer tersebut karena memang software yang ada sangat memungkinkan hal ini terjadi.

Aplikasi Belajar Sambil Bermain

Konsep yang di kembangkan mungkin lebih cocok di sebut belajar sambil bermain. Aplikasi belajar perlu di tambahkan ke Ubuntu yang normal, karena Ubuntu yang normal biasanya belum di instalasi aplikasi untuk belajar ini. Bagi anda yang menggunakan Sabily, yang merupakan turunan Ubuntu, maka anda cukup beruntung karena Sabily sudah menambahkan beberapa aplikasi untuk pendidikan ini ke dalam desktop. Detail tentang cara menambahkan aplikasi pendidikan di Ubuntu akan di jelaskan sesudah ini.

Kumpulan aplikasi pendidikan pada dasarnya dapat di akses melalui dua (2) menu, yaitu,

Applications → Education
Applications → Games

Sebagian besar memang adanya di Education. Tampak pada gambar adalah menu aplikasi pendidikan yang ada di menu Education.

Aplikasi pendidikan yang ada pada menu Games memang tidak sebanyak pada menu Education karena memang lebih banyak Games di situ. Salah satu Games pendidikan yang mungkin akan menarik untuk di lirik adalah:

Tux Math
Tux Typing

Walaupun bentuknya game, tapi menarik untuk digunakan untuk pendidikan.

Contoh Software Pendidikan untuk Pra-Sekolah & TK

Salah satu aplikasi paling klasik untuk pendidikan pra-sekolah adalah Tux Paint. Tux Paint pada dasarnya adalah aplikasi untuk menggambar. Bedanya dengan Paint Brush di Windows, Tux Paint sudah di lengkapi dengan banyak fasilitas yang membuat menggambar menjadi sangat menyenangkan. Salah satu yang mungkin akan membuat anak-anak menjadi suka adalah fasilitas Stamp. Menggunakan fasilitas Stamp Tux Paint menyediakan gambar-gambar yang sudah jadi, tentang Hewan, topi, pesawat dan banyak lagi. Yang menariknya lagi, pada saat anak mengklik salah satu gambar hewan tersebut maka Tux Paint akan mengeluarkan bunyi suara hewan yang di maksud. Jadi anak-anak menjadi tahu bentuk, gambar dan suara hewan tersebut.

Cara menggunakan Tux Paint sangat mudah sekali, mungkin yang perlu di arahkan adalah kreatifitas anak dalam berkarya menggambarkan dan memvisualisasikan apa yang ada di benak mereka dalam bentuk gambar-gambar.

Contoh Software Pendidikan untuk SD

Tux Math barangkali software paling klasik untuk pelajaran matematika di SD. Berbeda dengan proses belajar yang lain yang lebih banyak berupa latihan (drill). Tux Math berbentuk game, anak-anak akan di ajak untuk berlomba-lomba menjawab / mengisi angka dari pertanyaan matematika. Jika gagal beberapa kali menjawab pertanyaan maka “meteor” yang berisi pertanyaan akan menghancurkan Iglo tempat Pinguin mengamankan diri dan akhirnya akan hancur. Mereka yang dapat secara cepat menjawab pertanyaan akan memperoleh skor yang paling tinggi dan jadi pemenang.

Game seperti ini akan menjadi menarik karena di suasana kompetisi sangat terasa. Ada beberapa tingkat kesulitan yang di tawarkan oleh Tux Math, mulai dari yang sangat sederhana seperti tambah kurang, hingga tingkat yang lebih rumit seperti kali bagi hingga jawaban minus.

Untuk menambah tegang suasana Tux Math juga mengeluarkan suara / musik yang akan terasa jika komputer di sambungkan ke Speaker.

Kumpulan software aplikasi yang tidak kalah menarik bagi anak-anak SD adalah Gcompris yang berisi sangat banyak game untuk mendidik anak. Game yang ada membantu akan dalam berhitung, membaca dan aktifitas motorik anak, mengenali keyboard, mengenali mouse dan masih banyak lagi. Sambil bermain. Bahkan anak saya sampai kelas 3 SD sangat suka dengan game ini.


Contoh Software Pendidikan untuk SMP

Untuk SMP dan juga untuk SD, barangkali Marble akan menjadi sangat menarik. Marble adalah aplikasi yang menggambarkan Bola Dunia. Kita dapat berjalan-kalan di bola dunia dan mencari tempat-tempat yang menarik.

Marble mempunyai fasilitas untuk memutar Bola Dunia, men-Zoom supaya lebih jelas dan masih banyak lagi. Dengan demikian kita dapat melihat posisi tempat dengan lebih detail.

Jika tersambung komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet, Marble mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk memperoleh informasi tentang tempat yang kita inginkan. Dalam contoh di perlihatkan informasi tentang Kota Bandung yang di peroleh Marble dari Wikipedia.

Contoh software pendidikan lain yang tidak kalah menarik untuk tingkat SMP adalah Kstar atau Stellarium. Kedua software ini lebih di fokuskan pada dunia astronomi / bintang.

Yang menarik dari software Kstar, jika komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet dengan kecepatan tinggi, maka kita dapat mencari gambar-gambar bintang, bulan dan planet yang ada di tata surya dari hasil jepretan kamera milik NASA atau observatorium yang di dunia.

Tampak pada gambar adalah foto dari Crab Nebula yang di ambil oleh Hubble Space Telescope yang di operasikan oleh STScl untuk NASA. Gambar ini di ambil menggunakan Kstar yang tersambung ke Internet. Kita pada dasarnya dapat dengan mudah mengambil banyak sekali gambar-gambar bintang yang mungkin tidak kita kenali di pelajaran sekolah yang normal.

Disini kita bisa banyak belajar tentang kebesaran Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.


Contoh Software Pendidikan untuk SMA

Untuk tingkat SMA jika di gali akan sangat banyak software yang akan membantu pendidikan di SMA. Salah satu yang mungkin akan memecahkan momok pelajaran SMA adalah tabel periodik pelajaran Kimia. Software aplikasi Kalsium akan sangat membantu dalam memecahkan masalah tersebut.

Di Kalium pun terdapat fasilitas untuk memecahkan persamaan Kimia sehingga dengan mudah kita dapat mengetahui apa yang harusnya terjadi.

Salah satu yang menarik adalah jika kita mengganti legenda / skema dari kalsium agar di perlihatkan aplikasi masing-masing unsur kimia di kehidupan sehari-hari seperti tampak pada gambar.


Menambahkan Software Pendidikan di Ubuntu

Menambahkan software, termasuk software pendidikan, di Ubuntu yang paling sederhana adalah melalui menu Add/Remove Software yang terdapat di Applications → Add/Remove Software. Pada menu Add/Remove Software terdapat daftar berbagai software yang sudah di kelompokan ke dalam beberapa kelompok besar software, seperti,

Accessories
Education
Games
Graphics

dan masih banyak lagi. Kita cukup memilih software yang akan kita install; kemudian menekan tombol “Apply Changes”.

Pada software aplikasi pendidikan terdapat beberapa aplikasi seperti,

Pre-School Bundle - bundel program belajar pra-sekolah.
Primary Bundle - bundel program belajar tingkat SD
Secondary Bundle - bundel program belajar tingkat SMP
Tertiary Bundle - bundel program belajar tingkat SMA
Education suite Gcompris – kumpulan program belajar untuk 2-10 tahun.
KAlgebra - belajar aljabar
KBruch - belajar pecahan
KGeography - program untuk membantu belajar geografi.
KHangMan - game hangman / orang yang di gantung
KLettres - program untuk belajar alfabet
KStars - Planetarium di desktio
KTouch - Tutor untuk mengetik
KTurtle - Lingkungan pemrogramman untuk pendidikan
KWordQuiz - program untuk belajar vocabulary
Kalzium - tabel periodik kimia
Kanagram - game urutan huruf
Kig - Mengexplorasi konstruksi geometri
KmPlot - Plotter fungsi matematika
Marble - Desktop bola dunia
Parley - trainer vocabulary
Step - simulasi experimen fisika
Tux Paint - menggambar untuk anak


Jika kita mengganti parameter Shows menjadi Shows: All Open Source Applications maka akan di perlihatkan banyak sekali software tambahan yang dapat kita tambahkan untuk pendidikan. Memang sebagian adalah software untuk pendukung penelitian di tingkat perguruan tinggi. Perlu di catat bahwa parameter default untuk Shows adalah “Canonical maintained applications” yang jumlahnya lebih sedikit.

Contoh software pendidikan yang ada seperti:

CTSim  - mensimulasi proses dari tomografi menggunakan X-ray.
Celestia - mengexplorasi jagat raya.
BKchem - untuk menganalisa struktur dan reaksi kimia.

Dan masih banyak lagi, yang sebaiknya di explor sendiri oleh para pembaca.

Untuk menginstalasi aplikasi pendidikan ini tidak sukar, cukup di klik saja pada aplikasi yang kita inginkan. Kemudian tekan tombol “Apply Changes” di sebelah kanan bawah nanti Ubuntu akan meminta konfirmasi apakah kita ingin menginstall software yang kita inginkan. Jika kita ingin benar-benar menginstalasi software tersebut, tekan tombol “Apply”. Dalam contoh kita sedang berusaha untuk menginstalasi software KGeography yang akan membantu seorang anak dalam belajar Geografi.

Masalah yang biasanya akan timbul adalah kita biasanya membutuhkan sambungan ke Internet, karena umumnya semua software ini tersedia bebas untuk di instalasi dari Internet. Bagi mereka yang tidak mempunyai akses ke Internet, atau akses ke Internet terasa lambat. Sangat di sarankan untuk membeli DVD repository semua software aplikasi Ubuntu dari situs Juragan Kambing yang beralamat di http://juragan.kambing.ui.edu.


Penutup

Demikin tulisan singkat tentang aplikasi open source untuk dunia pendidikan ini. Semoga dapat membuat cerah dunia pendidikan di Indonesia.


Pranala Menarik

Ucapan Terima Kasih:

Kepada Semua Sumber, terutama Bpk. Onno W. Purbo, Ph.D. Semoga amal baik bapak dapat dilipatgandakan oleh yang maha kuasa, amin!

Ditulis ulang oleh:

Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.
&

Wawan Nurwana, S.Pd., S.D.

Terima Kasih Semoga Bermanfaat

Sabtu, 19 Desember 2009

Pengalaman Si Guru Desa


INTEGRATION ICT IN EDUCATION

Indonesian
Experiences

Prof. Dr. Ir. Dodi Nandika-- Sekjen Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)

Disampaikan dalam:

INTERNATIONAL SYMPOSIUM OPEN, DISTANCE AND E-LEARNING
(ISODEL) 2009

Sekilas Tentang:

Prof. Dodi

ini mengaku banyak mendapat berkah dari rayap. Lewat serangga yang besaran tubuhnya hanya 3 milimeter itu, Prof Dodi tidak saja mendapat limpahan materi, tetapi juga nama besarnya. Bahkan, laboratorium rayap yang dikembangkan selama 25 tahun masa karirnya di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sekarang telah menjadi pusat rujukan antar perguruan tinggi.

"Laboratorium rayap yang saya kembangkan itu telah banyak dipergunakan oleh mahasiswa bukan saja dari IPB, tetapi juga perguruan tinggi lain. Bahkan, kami juga kerap mendapat order dari sejumlah perusahaan anti-serangga untuk uji produk. Sehingga laboratorium bisa membiayai sendiri kegiatan penelitian yang kita lakukan," kata Prof Dodi Nandika dalam percakapannya dengan Suara Karya di ruang kerjanya di Kantor Depdiknas, Jakarta, Kamis (13/10).

Pengalaman menarik selama beternak rayap adalah membuat aneka penganan dari rayap. Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Gizi Pangan IPB dan mahasiswa bimbingannya, Prof Dodi pernah melakukan uji coba pembuatan aneka penganan seperti kerupuk, rempeyek, permen, jelly dan cokkies dari rayap. Penganan itu terasa istimewa karena kandungan gizinya yang lebih tinggi dibanding kedelai.

"Hampir seluruh mahasiswa yang diminta untuk mencoba penganan itu tidak menolak rasanya. Mereka tidak tahu kalau penganan itu dibuat dari rayap. Saat dibuat kerupuk rasanya tidak jauh dibandingkan dengan kerupuk ikan belida dari Palembang. Hanya saja warnanya yang agak kehitaman sehingga kurang menggoda selera," katanya sambil tertawa berderai.

Karena itu, Prof Dodi melihat peluang yang cukup besar bagi rayap untuk dibudidayakan secara ekonomis. Karena dari segi mutu, kerenyahan, tekstur, kembang susut, gizi maupun ketengikannya tidak kalah dibandingkan dengan penganan dari ikan. Rayap yang dipergunakan adalah jenis kayu basah yang bentuknya besar dan gemuk.

"Teknologi yang dipakai sederhana yaitu menggunakan teknik isolasi yang memisahkan protein dan bahan bergizi lainnya dari "sampah" sehingga bahan yang kita pergunakan benar-benar tidak mengandung unsur yang berbahaya," ucap Prof Dodi yang menyayangkan penemuan yang cukup berharga itu ternyata belum direspon kalangan industri.

Begitu dinamisnya kegiatan di laboratorium rayap membuat Prof Dodi Nandika selalu kangen untuk meluncur ke sana. Namun, hal itu baru bisa dilakukannya pada hari Sabtu. "Begitu ada waktu luang di hari Sabtu, biasanya saya langsung meluncur ke lab saya di kampus IPB di Jalan Darmaga. Saya kangen dengan celoteh mahasiswa-mahasiswa saya yang biasanya banyak informasi terbaru soal rayap," ujar pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 7 Desember 1951 itu.

Prof Dodi mengungkapkan, dirinya dalam beberapa bulan terakhir ini hampir tidak sempat lagi berkunjung ke "rumah" keduanya, kampus IPB. Maklum, jabatannya sebagai orang nomor dua di Depdiknas yang banyak terkait dengan birokrasi sangat berlawanan dengan jiwa penelitinya yang cenderung bebas. Kondisi itu ternyata sempat membuatnya stress selama hampir 3 bulan.

"Selama tiga bulan itu, saya terus melakukan penyesuaian atas pekerjaan baru yang jenis pekerjaannya sangat berlawanan dengan watak peneliti yang cenderung bebas. Karena peneliti itu tidak punya atasan secara langsung. Usaha itu tidak mudah memang. Tetapi karena saya termasuk tipe orang yang suka belajar dan kerja keras, akhirnya dalam waktu tiga bulan semua tantangan itu bisa terlalui. Sekarang saya sudah lebih enjoy," tutur ayah tiga orang putri ini.

Karir Prof Dodi Nandika di Depdiknas dimulai tahun 2002 lalu sebagai Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Setelah itu, karirnya menanjak sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas. "Karena latar belakang pendidikan saya yang banyak di penelitian, saya menikmati sekali pekerjaan di litbang ini," kata Prof Dodi yang diangkat sebagai Sekjen Depdiknas sejak Mei 2005.

Sedangkan karir Prof Dodi Nandika di IPB dimulai dari bawah sebagai dosen. Baru pada tahun 1988 ia dipercaya sebagai sebagai Asisten Direktur Administrasi, Pusat Antar Universitas (PAU) Ilmu Hayat IPB. Karirnya terus meningkat dengan menjadi Asisten Direktur Program PAU, lalu diangkat sebagai Direktur PAU Ilmu Hayat IPB merangkap Ketua Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Program Pasca Sarjana IPB pada tahun 1999-2002.

"Setelah itu karir saya berkembang di Depdiknas," ucap Prof Dodi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pengembangan SDM Banten itu.

Prof Dodi menuturkan, perjalanan akademis maupun karirnya itu tak lepas dari didikan keras ayahnya, (alm) Ami Sukardi --Kepala Taman Nasional Ujung Kulon. Sejak kecil, ia sudah di setting sebagai ahli kehutanan. Sementara adik dan kakanya di setting agar cita-citanya sesuai dengan keinginan ayahnya. Karena itu setiap hari ayahnya "mencekoki" Dodi kecil dengan cerita-cerita yang tak jauh dari hal-hal yang berbau kehutanan dan konservasi alam.

"Ayah saya itu sangat otoriter. Waktu kecil saya seperti robot yang harus mengikuti apa yang diucapkan ayah. Mulai dari bangun pagi, makan, sekolah, pulang sekolah, belajar, mengaji hingga belajar lagi di malam hari begitu teratur. Keluar dari jalur yang sudah ditetapkan, saya pernah dirotan. Waktu itu saya bolos ngaji terus main bola, pulangnya ayah sudah menunggu di depan pintu dengan tangan memegang rotan," katanya.

Karena tidak ada kesempatan untuk bermain dengan teman sebaya, Prof Dodi mengaku, masa kecilnya ia sangat kuper (kurang pergaulan). Ia hanya punya teman main sebanyak 7 orang. Karena waktunya banyak dihabiskan untuk belajar, tak heran bila Prof Dodi cukup berprestasi di sekolah. "Saya berprestasi bukan karena pandai, tetapi karena saya paling banyak belajar dibanding teman-teman," kata Prof Dodi sambil bergurau.

Sikap keras ayahnya terlihat saat akan mendaftar di IPB, setiap calon mahasiswa mendapat kesempatan untuk menulis dua pilihan program studi. Ia diminta untuk menulis satu pilihan saja yaitu Fakultas Kehutanan saja. Pilihan lain dibiarkan kosong. "Untungnya saya diterima, kalau nggak habis riwayat saya," ujarnya.

Saat akan skripsi S-1, Prof Dodi mengaku kebingungan mengambil tema penelitian. Akhirnya dipilih soal rayap atas saran salah seorang dosennya. "Setelah itu, saya mulai jatuh cinta pada rayap. Begitupun saat saya mengambil program S-2 dan program doktor, yang tak jauh-jauh dari rayap. Karena ternyata rayap itu telah memberi saya limpahan materi, mengingat tak banyak orang yang menekuni binatang ini secara konsisten," kata suami dari Mimin Susiani itu.

Dua puluh lima tahun ber"gaul" dengan rayap, Prof Dodi menyebut banyak nilai-nilai yang bisa diambil manusia dari kehidupan rayap. Pertama, nilai kebersamaan. Rayap adalah serangga yang tergolong social insect dimana tidak bisa hidup sendirian. Karena tidak ada yang patut dibanggakan dari rayap yang bertumbuh sangat kecil, jalan sangat lambat, lembek dan buta.

"Tetapi hati-hati bila rayap sudah bersama, mereka bisa membentuk satu kekuatan untuk merusak tanah, kayu maupun pohon," ujarnya. Nilai kedua adalah disiplin. Karena para rayap itu bekerja sesuai dengan bidang kerjanya dan tepat waktu. Misalnya, rayap pekerja akan giat bekerja dan ratu rayap yang terus bereproduksi. Nilai ketiga adalah bela negara, khusus untuk rayap tentara yang berani mati untuk membela koloninya. Nilai keempat adalah rayap adalah pekerja keras. Tidak ada waktu bagi mereka untuk bermalas-malasan. Pembagian kerja dilakukan secara bergantian.


Dan nilai kelima adalah efisiensi. Rayap memakan bangsanya sendiri yang sedang sekarat sehingga tidak ada yang terbuang percuma. Sehingga tidak ada protein yang membusuk yang bisa mencemari lingkungan. Proteinnya diselamatkan para pekerja untuk energi lagi.

Pada musim tertentu, rayap menjadi laron dan beterbangan di bawah sinar lampu secara berpasang-pasangan. Setelah melepas sayapnya, pasangan rayap itu melakukan perkawinan dan mencari lokasi untuk membuat koloni. Bila dia berasal dari rayap kayu kering, biasanya sasarannya mencari kayu kering pula. Misalnya saja mebel. Dia masuk lewat retakan kecil mebel tadi. Rayap bisa masuk ke dalam rumah melalui fondasi atau kayu dinding rumah. Sedangkan laron yang berasal dari rayap tanah akan kembali ke tanah.

"Satu koloni rayap itu bisa mencapai jutaan ekor. Karena itu, jangan tertipu telah berhasil memberantas rayap di rumah, karena sebenarnya koloninya sudah berkembang men- capai jutaan ekor di dalam tanah. Namum, tidak perlu khawatir karena teknologi untuk memberantas rayap sudah demikian maju," tuturnya.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan saat pensiunan, Prof Dodi akan tetap "menggeluti" rayap di laboratorium rayap miliknya hingga tidak mampu lagi. Hal lain adalah menulis buku, yaitu buku soal rayap dan biografi. Saat ini, Prof Dodi telah menulis buku berjudul "Rayap, Biologi dan Pengendaliannya" hasil penelitian bersama dua orang mahasiswa program doktornya, Yudi Rismayadi dan Farah Diba. "Di masa depan, saya ingin lebih banyak menulis buku," kata Ketua Dewan Pakar/Penasehat Ahli Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia itu. (Tri Wahyuni)

Jumat, 18 Desember 2009

Pengalaman Si Guru Desa

INTERNATIONAL SYMPOSIUM OPEN, DISTANCE AND E-LEARNING

(ISODEL) 2009

8 - 11 December 2009

Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa

Yogyakarta, Indonesia


Thank to all the parties that has been supported and worked for the success of ISODEL 2009

NEW:

Download Presentation


PLENARY:



Plenary 3

PARALLEL

Parallel 1A

Parallel 1B

Parallel 1C

Parallel 1D

Parallel 2A

Parallel 2B

Parallel 2C

Parallel 2D

Parallel 3A

Parallel 3B

Parallel 3C

Parallel 3D

Parallel 3E

Summary and Recommendation


Education in Digital Era:

CONTINUOUS PROFESSIONAL DEVELOPMENT FOR ICT-BASED LEARNING

The massive development of Information and Communication Technology (ICT) creates fundamental changes in all aspects of human life, including education. Today, ICT is a main part of educational system and it has inspired a change in teaching and learning approach.
The emerging ICT inevitably forces the government, educators, and trainers in all countries to maintain a continuous professional development especially for teachers.
With reference to the success of the implementation of ISODEL 2007 in Bali on "The Emerging Technology for Teaching and Learning: A New paradigm of Learning", ICT Center for Education (Pustekkom) Ministry of National Education (MONE) would like to conduct ISODEL 2009 with its theme "Education in Digital Era: Continuous Professional Development for ICT-based Learning".
ISODEL 2009 provides a highly worthy opportunity to policy makers, scientists, academics, researchers, and practitioners from across the globe to acknowledge and share ideas, inputs and recommendations in solving global problems in education with current strategy and tactics from experts in mutual synergy and collaboration.

MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION, INDONESIA

CENTRE FOR INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY FOR EDUCATION

Pengalaman Si Guru Desa

(Wawan Nurwana, S.Pd. & Arip Nurahman)

What is SEAMEO ?

The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) was established on 30 November 1965 as a chartered international organisation whose purpose is to promote cooperation in education, science and culture in the Southeast Asian region.

Brunei Darussalam CambodiaIndonesiaLao PDR




MalaysiaMyanmarPhilippinesSingapore







ThailandTimor-LesteSocialist Republic of Vietnam

Click on the Flag to view information of the country

Vision

A dynamic, self reliant, strategic policy-driven and internationally recognised regional organisation for strengthening regional understanding and cooperation in education, science and culture for a better quality of life

Mission

To enhance regional understanding and cooperation and unity of purpose among SEAMEO Member Countries and achieve a better quality of life through:

  • the establishment of networks and partnerships
  • the provision of an intellectual forum for policy makers and experts
  • the promotion of sustainable human resource development

Goals

  • To develop regional Centres of Excellence of international standard
  • To provide relevant and excellent programs in training, research and development, information dissemination and policy analysis and evaluation in SEAMEO 's areas of specialisation
  • To strengthen the organizational capability to initiate and manage change and development, to meet the challenges of globalisation
  • To strengthen SEAMEO's management capability in order to meet Member Countries' needs effectively and efficiently
  • To promote research and development in education, science and culture and improve the dissemination mechanisms
  • To enhance collaboration among SEAMEO Member Countries and relevant organisations
  • To ensure continued financial viability by exploring alternative sources of funding

Areas of Priority

  1. Agriculture and Natural Resources
  2. Culture and Tradition
  3. Information and Communications Technology
  4. Language
  5. Poverty Alleviation
  6. Preventive Health Education
  7. Quality and Equity in Education

Strengths

  1. The Organization is non-profit and not politically oriented
  2. SEAMEO has the largest grouping of country membership (11 Member Countries) in the region to deliver programmes in education
  3. Its flexibility and resilience has enabled it to meet the challenges posed by the fast changing political and socio-economic development in the region
  4. Its professional and technical programmes and activities that are often conducted on a regular scheduled basis are special and unique
  5. The Organization has built a strong infrastructure of extensive physical and equipment resources. Almost every Centre has its own campus, training, research and information dissemination, dormitory facilities to enable it to carry out its functions successfully and with quality
  6. Non-tangible resources of the Organization include its vast experiences, information, extensive network of contacts and linkages both nationally and internationally
  7. Its activities are focused on the universally appealing theme of human resources development including sustainable development. This helps make SEAMEO attractive to countries wishing to make contributions to sustainable development at the grassroots level in Southeast Asia
  8. The competence and experience of its personnel, complemented by the technical expertise provided by the SEAMEO Associate Member Countries and partner agencies, accounts for the quality and impact of its programmes and activities.
  9. The regional characteristic of the Centres professional staff also contributes to the richness in experience and competence of every Centre to handle projects that it undertakes. SEAMEO activities are not limited to Member Countries within Southeast Asia but are also open to participants, programmes and activities from outside the region. Interactions in these activities further enrich the experiences of the participants as well.

Funding

The Operational Budget for the SEAMEO Secretariat is underwritten by the Member Countries whereby the respective annual share is determined by the Asian Development Bank contribution index. The Operational Budget of the TROPMED Central Network likewise is equally shared by the SEAMEO Member Countries.

The Centres operational budget, capital and annually recurring costs of each Centre are underwritten by their host countries.

The Special Fund is a central fund administered by the SEAMEO Secretariat in order to support regular programmes and activities of SEAMEO Centres. Such programmes and activities include:

  • Annual awards given by SEAMEO parters to outstanding personnel in various categories in the fields of education, science and culture in Southeast Asia
  • Governing Board Meetings
  • Personnel exchanges
  • Project feasibility studies
  • Research and development projects in education, science and culture
  • Research fellowships and grants
  • SEAMEO students exchange programme
  • Seminars and special conferences
  • Training and research scholarships


The SEAMEO Educational Development Fund (SEAMEO EDF) is the lifeblood of the Organization and has been established to serve as the central repository of gifts for SEAMEO to support the requirements of Special Funds and other Funds.

Other Funds has been established to support specific programmes and projects of various SEAMEO units which are not covered by the Operational and Special Funds.

SEAMEO Centres
The SEAMEO has 19 specialist institutions that undertake training and research programs in various fields of education, science, and culture. Each Regional Centre has a Governing Board composed of senior education officials from each SEAMEO Member Country. The Governing Board reviews the Centres’ operations and budget and sets their policies and programmes.

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel(QITEP) in Mathematics ,Indonesia Regional Centre for Higher Education and Development (RIHED), Thailand TROPMED Regional Centre for Tropical Medicine (TROPMED), Thailand SEAMEO Secretariat, Thailand Regional Centre for History and Tradition (CHAT), Myanmar Regional Training Centre (RETRAC), Vietnam TROPMED Regional Centre for Public Health (TROPMED), Philippines Regional Centre for Vocational and Technical Education and Training (VOCTECH), Brunei Darussalam Regional Centre for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA), Philippines Regional Centre for Educational Innovation and Technology (INNOTECH), Philippines TROPMED Regional Centre for Community Nutrition  (TROPMED), Indonesia Regional Open Learning Centre (SEAMEOLEC), Indonesia Regional Centre for Tropical Biology (BIOTROP), Indonesia TROPMED Regional Centre for Microbiology, Parasitology and Entomology (TROPMED), Malaysia Regional Centre for Education in Science and Mathematics (RECSAM), Malaysia Regional for Archaeology and Fine Arts (SPAFA), ThailandSEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel(QITEP) in Mathematics, Indonesia Regional Language Centre (RELC), Singapore



SEAMEO BIOTROP

SEAMEO Regional Centre for Tropical Biology

Located in Bogor, Indonesia, the main activities of the SEAMEO BIOTROP focus on Forest, Pest and Aquatic Biology. It assists SEAMEO Member Countries in developing the expertise to identify, prioritise, analyse and recommend solutions or alternative approaches to critical biological problems in the region, especially those related to sustainable development of tropical ecosystems.
< Contact details >

SEAMEO CHAT
SEAMEO Regional Centre for History and Tradition

Based in Myanmar, the SEAMEO CHAT was inaugurated in December 2000, making it SEAMEO’s newest Centre of Excellence. It promotes cooperation in the study of history and tradition among SEAMEO Member Countries through research, human resource development, education and networking.
[Centre Directors' Meeting Annual Report 2008-2009]
< Contact details >

SEAMEO INNOTECH
SEAMEO Regional Centre for Educational Innovation and Technology

Based in the Philippines, the SEAMEO INNOTECH initiates and disseminates innovative and technology oriented educational programmes that help SEAMEO Member Countries identify and solve common or unique educational problems and address anticipated needs.
< Contact details >

SEAMEO QITEP in Language

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language

Hosted by the Ministry of National Education Indonesia, the SEAMEO QITEP for Language offers courses and training programmes for educators and teachers development. Located in Jakarta, the centre promotes programmes and activities in improving the quality of teachers & education personnel in the areas of Language.
[Annual Report 2009]
< Contact details >

SEAMEO QITEP in Mathematics

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel(QITEP) in Mathematics

Hosted by the Ministry of National Education Indonesia, the SEAMEO QITEP for Mathematics offers courses and training programmes for educators and teachers development. Located in Yogyakarta, the centre promotes programmes and activities in improving the quality of teachers & education personnel in the areas of Mathematics.
< Contact details >

SEAMEO QITEP in Science

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel(QITEP) in Science

Hosted by the Ministry of National Education Indonesia, the SEAMEO QITEP for Science offers courses and training programmes for educators and teachers development. Located in Bandung, the centre promotes programmes and activities in improving the quality of teachers & education personnel in the areas of Science.
< Contact details >

SEAMEO RECSAM
SEAMEO Regional Centre for Education in Science and Mathematics

Established on the island state of Penang, Malaysia, the SEAMEO RECSAM is designed to meet the needs of the SEAMEO Member Countries in developing science, mathematics and technology education programmes.
[Centre Directors' Meeting Annual Report 2008-2009] [32nd High Officials' Meeting Annual Report 2008-2009]
< Contact details >

SEAMEO RELC
SEAMEO Regional Language Centre

Located in Singapore , the SEAMEO RELC provides SEAMEO Member Countries with expertise, training facilities and training programmes to upgrade the skills of language specialists and educators. Programmes focus on knowledge and pedagogic disciplines of language teaching and learning.
[Centre Directors' Meeting Annual Report 2008-2009 ]
< Contact details >

SEAMEO RETRAC
SEAMEO Regional Training Centre

Located in Ho Chi Minh City, Vietnam, the SEAMEO RETRAC assists SEAMEO Member Countries especially Cambodia, Lao PDR and Vietnam to identify and solve common problems in human resource development. Its area of specialisation is educational management.
[Annual Report]
< Contact details >

SEAMEO RIHED
SEAMEO Regional Centre for Higher Education and Development

Hosted by the Government of Thailand, the SEAMEO RIHED plays a crucial role in the capability building of SEAMEO Member Countries in the field of higher education. It responds to needs on policy and planning, administration and management of higher education.
[Annual Report 2008-2009 ]
< Contact details >

SEAMEO SEAMOLEC

SEAMEO Regional Open Learning Centre

Located in Indonesia, the SEAMEO SEAMOLEC assists SEAMEO Member Countries in identifying educational problems and finding alternative solutions for sustainable human resource development through the dissemination and effective use of open learning and distance education.
< Contact details >

SEAMEO SEARCA
SEAMEO Regional Centre for Graduate Study and Research in Agriculture

The SEAMEO SEARCA, hosted by the Government of the Philippines, serves the agriculture and rural needs of the region through its human resource development programmes and research and extension activities.
< Contact details >

SEAMEO SPAFA

SEAMEO Regional for Archaeology and Fine Arts

Hosted by the Government of Thailand, the SEAMEO SPAFA cultivates awareness and appreciation of cultural heritage; promotes and enriches archaeological and cultural activities in the region; and furthers professional competence in the fields of archaeology and fine arts to advance mutual knowledge and understanding among SEAMEO Member Countries.
< Contact details >

SEAMEO TROPMED Network

SEAMEO Tropical Medicine and Public Health Network

The SEAMEO TROPMED Network has four sub-regional centres in Indonesia, Malaysia, the Philippines and Thailand. The central office is located in Bangkok. The Network’s overall role is to promote health and to prevent and control tropical diseases and public health problems.
< Contact details >

SEAMEO TROPMED Indonesia

SEAMEO TROPMED Regional Centre for Community Nutrition

The SEAMEO TROPMED Indonesia, based at the University of Indonesia in Jakarta, has provided training and research in nutrition since 1970. It trains nutritionists, health professionals and personnel from other nutrition related disciplines in planning, executing and evaluating nutrition policies and interventions.
[Annual Report 2008-2009]
< Contact details >

SEAMEO TROPMED Malaysia

SEAMEO TROPMED Regional Centre for Microbiology, Parasitology and Entomology

The SEAMEO TROPMED Malaysia, located at the Institute for Medical Research in Kuala Lumpur, conducts research for the prevention and control of diseases and provides specialised training, diagnostic, consultative and advisory services. It promotes health management as a collective responsibility of government, the private sector, non-government organisations, the community and individuals.
< Contact details >

SEAMEO TROPMED Philippines

SEAMEO TROPMED Regional Centre for Public Health

The SEAMEO TROPMED Philippines, based in the College of Public Health of the University of the Philippines in Manila, conducts research and training in the fields of public health, rural medicine, hospital administration, environmental and occupational health, health policy and management.
< Contact details >

SEAMEO TROPMED Thailand

SEAMEO TROPMED Regional Centre for Tropical Medicine

The SEAMEO TROPMED Thailand, hosted by the Faculty of Tropical Medicine, Mahidol University, Bangkok, offers training on endemic tropical diseases, parasitology, community and preventive medicine. It also conducts researches on alternative control measures of diseases and the promotion of healthy lifestyles, including trials of new chemotherapeutic compounds and new vaccines. It provides clinical care to patients suffering from tropical diseases.
< Contact details >

SEAMEO VOCTECH

SEAMEO Regional Centre for Vocational and Technical Education and Training

Hosted by Brunei Darussalam, the SEAMEO VOCTECH is designed to improve the management of vocational and technical education and training (VTET) in SEAMEO Member Countries. The Centre strives to develop and deliver relevant programmes in VTET to meet the local, national and regional needs in socio-economic, industrial, business and labour markets.
< Contact details >



SEAMOLEC

Southeast Asian Minister of Education Organization
Regional Open Learning Center

VISION


To be a center of expertise in open and distance learning

MISSION

To Serve one million clients by 2010

To assist SEAMEO Member Countries in identifying educational problems and finding alternative solutions for sustainable human resource development through the dissemination and effective use of open and distance learning.


Goal and Objectives

The goal of SEAMOLEC is to undertake relevant programs that are responsive to current national and regional requirements in the field of open and distance learning. In a more specific formulation, the objectives are to assist:

  1. SEAMEO member countries in promoting and fostering open and distance learning as another way to meet the demand for education and training. In this regard, open and distance learning can function to complement, supplement, or substitute conventional classroom instruction.
  2. Open and distance learning providers in SEAMEO Member Countries in:
  • Designing, developing, evaluating, promoting, improving and expanding their services so as to accelerate student participation, lower drop out rate, and increase the number of qualified graduates;
  • Establishing co-operative linkages for mutual help and formation of open and distance learning network; and
  • Identifying, acquiring, and utilizing resources.

Since its establishment on 27 February 1997, SEAMOLEC has not only prioritized on the preparation of legal documents as a new SEAMEO center but also on conducting activities corresponding to its objectives and functions.

During the pre-establishment of SEAMOLEC, an Indonesian Task Force (ITF) representing related institutions was formed. The members of the Indonesian Task Force are representatives of the Center for Communication and Information Technology for Education (Pustekkom), the Indonesian Open Learning University (UT), the International Cooperation Bureau of the Ministry of Education and Culture (Biro KLN), and the Indonesian Association of Educational Technologists (IPTPI).

Then, the ITF was extended to be a SEAMOLEC Feasibility Study Team consisting of the representatives of SEAMEO Member Countries and SEAMEO Secretariat. This team is to prepare and conduct the feasibility study for the establishment of SEAMOLEC. The team had worked very hard through two SEAMEO workshops (conducted in Jakarta and Yogyakarta) and finally it could successfully accomplish its task by submitting the feasibility study report to SEAMEO High Officials Meeting (HOM) in Bangkok, Thailand and SEAMEO Council Conference in Manila, Philippines.

The rationale for the establishment of SEAMOLEC, among others was the conviction that conventional schools alone will not be able to meet the education for all. Furthermore, several SEAMEO member countries have implemented open and distance learning programs as alternative ways for increasing the opportunities and access for learners to participate in educational/training programs.

There are still some SEAMEO member countries that have not yet implemented any open and distance learning programs even though the need for education and training cannot be provided by existing conventional institutions. In order to promote the implementation of open and distance learning and foster the growth of existing open and distance learning programs to meet the demand of "education for all", the SEAMOLEC project proposal was developed.

Kompleks Universitas Terbuka
Jl. Cabe Raya, Pondok Cabe,
Pamulang 15418 PO Box 59/CPA,
Ciputat, Jakarta INDONESIA
Phone: (62-21) 7422184, Fax: (62-21) 7422276
Email: secretariat@seamolec.org