Rabu, 30 Juli 2008

Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet


Trik Sederhana Mencari Ilmu di Internet



Onno W Purbo, B.Sc., M.Sc., Ph.D.
-- Praktisi Teknologi Informasi--



Bagi yang sering surfing di Internet akan terasa sekali bahwa tidak mudah untuk mencari ilmu di Internet. Seringkali pada saat kita surfing justru tenggelam dalam lautan informasi; terlalu enak membaca-baca tanpa tujuan yang jelas; melihat-lihat berbagai etalase informasi di berbagai situs tanpa tujuan yang jelas hanya untuk memuaskan mata & pikiran; memang pada akhirnya kita akan memperoleh banyak informasi tapi belum tentu memperoleh sesuatu yang betul-betul bermanfaat atau biasanya maksimum kita akan memperoleh berita-berita / informasi terakhir sebagai pengganti koran.



Bagi anda yang mempunyai waktu yang sempit saya yakin tidak mungkin menggunakan pola-pola di atas untuk melakukan surfing di Internet. Kita perlu menggunakan metoda / pola yang baik supaya bisa memperoleh informasi yang sangat spesifik dengan baik dalam waktu yang singkat. Satu hal yang perlu di pegang erat-erat pada saat kita surfing adalah menentukan dengan sangat jelas niat / tujuan utama pada saat surfing tersebut - apa yang akan kita cari? Pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit tip & trik jika kebetulan niat anda adalah mencari ilmu di Internet.



Untuk menghemat waktu & pulsa biasanya saya surfing pada pukul 4-6 pagi (subuh); pada saat itu tidak banyak orang yang menggunakan Internet sehingga pengambilan informasi dari Internet dapat dilakukan dengan cepat & effisien. Teknik-teknik untuk melakukan sinkronisasi menggunakan browser yang kita gunakan (seperti Internet Explorer) ada baiknya di kuasai supaya tidak menghabiskan waktu / pulsa untuk membaca informasi tersebut akan tetapi cukup mendownload semua informasi tersebut ke PC yang kita gunakan & membaca-nya kemudian secara off-line pada saat telepon kita putuskan. Teknik sinkronisasi pernah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya; dan sangat penting untuk menghemat waktu dalam mendownload berbagai informasi setelah situs-nya di temukan.



Untuk mencapai situs / informasi yang tepat trik yang harus digunakan sebetulnya tidak terlalu rumit. Cara yang paling effektif / sederhana adalah:



" Menggunakan search engine di Internet.

" Menggunakan keyword yang benar.



Jika kedua hal tersebut anda lakukan dengan baik & benar maka akan diperoleh ilmu & pengetahuan yang baik.



Ada banyak sekali search engine di Internet. Search engine hanyalah memuat daftar alamat situs (berbentuk Universal Resource Locator - URL) & subjek yang di bawa situs tersebut saja. Search engine umumnya tidak membawa informasi itu sendiri. Beberapa search engine favourite saya adalah:



http://www.yahoo.com

http://www.infoseek.com



dan untuk mencari hal-hal yang berkaitan untuk pendidikan anak-anak saya biasanya menggunakan:



http://www.yahooligans.com



Tampak pada gambar adalah tampilan yahooligans.com. Saya sangat menyarankan bagi anda yang mempunyai putra-putri untuk menggunakan situs ini untuk mencari hal-hal yang bermanfaat untuk menunjang pendidikan anak.



Yahoo.com & infoseek.com mempunyai karakteristik yang berbeda; biasanya jika kita mencari hal-hal yang cukup solid atau mencari dalam kerangka institusi, negara dll saya biasanya menggunakan yahoo.com. Untuk hal-hal yang betul-betul baru atau belum terstruktur dengan baik maka saya menggunakan infoseek.com.



Selanjutnya adalah penggunakan keyword yang tepat. Keyword tersebut di ketikan ke dalam kolom yang kosong di search engine. Tampak pada contoh situs yahooligans.com kolom untuk memasukan keyword terletak di sebelah tombol "search".



Keyword favourite saya adalah:



FAQ

Whitepaper



FAQ adalah Frequently Asked Questions (FAQ). Sesuai namanya FAQ akan memuat berbagai jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan dalam sebuah bidang. Saya biasanya menggunakan FAQ sebagai awal dalam mencari berbagai informasi / pengetahuan yang saya butuhkan.



Whitepaper adalah istilah bagi berbagai ilmu / informasi yang memang di sebarkan secara gratis / cuma-cuma di Internet. Kita cukup menambahkan beberapa keyword tambahan yang menjelaskan tentang ilmu / informasi yang spesifik yang kita cari, contoh:



Faq gardening

Whitepaper telecommunication

Faq distance learning



Dengan menggunakan rangkaian keyword tersebut hampir di jamin anda akan memperoleh informasi / pengetahuan yang anda cari. Tentunya karena kita menggunakan internet maka informasi / pengetahuan yang terbanyak umumnya mengunakan bahasa inggris - konsekuensi-nya keyword yang digunakan sebaiknya dalam bahasa inggris agar kemungkinan memperoleh ilmu yang di cari dapat maksimal.



Selamat mencoba.!

Ucapan Terima Kasih:

Kepada DEPDIKNAS dan Semua Sumber Penulisan yang telah memberikan informasinya.

Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

&

Wawan Nurwana, S.Pd. S.D.

Semoga Bermanfaat & Terima Kasih

Senin, 16 Juni 2008

Mahayuna Ayuna Kadatuan


Logo kabupaten Ciamis adalah sebuah Perisai Bersudut Empat yang artinya :

Sudut tengah atas melambangkan "harus ada pemimpin yang berkewibawaan".

Kedua sudut kiri dan kanan yang sama tinggal letaknya, melambangkan "cita-cita daerah ialah adil dan makmur".


Ketiga sudut bagian atas melambangkan syarat minimum kesejahteraan masyarakat yaitu: sandang pangan yang cukup, keamanan dan keinsyafan/kepercayaan.


Keempat sudut perisai, melambangkan syarat untuk tercapainya kemakmuran menurut leluhur bangsa Indonesia ialah : setia kepada pemimpin meniadakan musuh-musuh, bertindak adil menurut hukum yang berlaku, waspada setiap saat demi keselamatan daerah dan negara.


Di dalam perisai tersebut terdapat lukisan-lukisan

Pohon kelapa melambangkan penghasilan daerah Ciamis yang terutama disamping padi.

Gunung Sawal melambangkan mengenangkan para leluhur Ciamis.

Bidang Kuning Mas mendatar melambangkan daerah padi.

Bidang putih bergerigi, melambangkan benteng pertahanan.

Bidang putih mendatar berisi gubahan rumput, melambangkan rawa.

Lengkung-lengkung putih, melambangkan laut dan sungai.

Bundaran kuning mas yang menyerupai payung yang terkembang, melambangkan kerajinan tangan, seni budaya kekal (langgeng) ketekunan.

Pada bagian bawah perisai terdapat sebuah kalimat "Mahayunan Ayuna Kadatuan" yang berarti menghadapi pembangunan kebahagian daerah.

Arti warna-warni :

Ungu : Kekayaan budhi
Kuning : Kekayaan duniawi, cahaya kelegaan
Hijau : Damai, subur
Putih : Suci, bersih
Hitam : Tegas, kuat



Sumber dari:

http://urangpakidulan.multiply.com/journal/item/2/Arti_Logo_Kabupaten_Ciamis

Minggu, 18 Mei 2008

Pendidikan Dasar

Oleh:
Wawan Nurwana & Arip Nurahman
Indonesia University of Education
dari Wikipedia Indonesia

Pendidikan dasar
adalah jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Di akhir masa pendidikan dasar selama 6 (enam) tahun pertama (SD/MI), para siswa harus mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN) untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat selanjutnya (SMP/MTs) dengan lama pendidikan 3 (tiga) tahun.

Satuan pendidikan penyelenggara


Sekolah Dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah Dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari Kelas 1 sampai Kelas 6. Saat ini murid Kelas 6 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan Sekolah Dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).

Pelajar Sekolah Dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni Sekolah Dasar (atau sederajat) 6 tahun dan Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Sekolah Dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, Sekolah Dasar Negeri berada di bawah Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan di kecamatan.



Budaya

  • Sekolah Dasar negeri di Indonesia umumnya menggunakan seragam putih merah untuk hari hari biasa, seragam coklat untuk pramuka/ hari tertentu, dan pada sekolah-sekolah tertentu menggunakan seragam putih-putih untuk upacara bendera
  • Upacara bendera dilaksanakan setiap hari Senin pagi sebelum dimulai pelajaran.
Sumber:

Wikipedia

Jumat, 18 April 2008

Pendidikan Bermutu di Tengah Pentas Budaya Instan I


Disusun dan Diedit Oleh:
Wawan Nurwana dan Arip Nurahman
Indonesia University of Education



Kita tidak boleh terjebak pada persepsi yang keliru bahwa pendikan yang bermutu itu adalah pendidikan yang mahal. Kebabanyakan masyarakat kita masih mempersepsikan bahwa mutu yang tinggi identik dengan harga mahal. Demikian juga dcngan sistem pendidikan, pendidikan yang bermutu dipersepsikan pastinya memerlukan biaya yang lebih banyak. Mestinya tidak perlu demikian, "PENDIDIKAN TIDAK HARUS MAHAL".


Sumber Dari:

Tata Sutabri S.Kom, MM.

Deputy Chairman of STMIK INTI INDONESIA, Pemerhati Dunia Pendidikan TI, Jl. Arjuna Utara No.35 – Duri Kepa Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510 Telp. 5654969, e-mail : tata.sutabri@inti.ac.id



Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.



Zaman sudah berubah. Semua orang maunya serba cepat. Jadinya, cenderung mengabaikan proses tapi ingin segera mendapat hasil. Apalagi di negara dengan etos kerja rendah seperti Indonesia. Akibatnya, budaya instan mulai masuk ke setiap kehidupan kita. Hidup di zaman modern seperti sekarang ini segala sesuatu dapat kita dapatkan dengan mudah, praktis dan cepat.

Kemajuan teknologi telah memanjakan kita. Mau ngobrol dengan rekan atau saudara yang bermukim di belahan dunia lain, tinggal angkat telepon atau buka internet. Ingin belanja atau makan di restoran tapi malas keluar, tinggal pesan lewat telepon atau beli lewat situs.

Mau transaksi transfer uang, bayar listrik, kartu kredit, beli pulsa tidak perlu susah-susah ke bank atau ATM. Semua bisa dilakukan lewat handphone. Bagi cewek-cewek yang ingin rambut panjang tidak perlu harus menunggu sampai berbulan-bulan. Cukup tunggu ½ jam saja dengan teknik hair extension, rambut bisa panjang sesuai keinginan.



Maklum, orang makin sibuk. Malas direpotkan dengan hal-hal ribet. Maunya serba instan. Salahkah itu?, selama masih mengikuti hukum alam, serba instan itu sah-sah saja. “Hidup yang baik dan sukses adalah hidup yang sesuai dengan proses alam”. Sampai level tertentu teknologi bisa kita pakai untuk mempercepat hal-hal yang bisa dipercepat sesuai hukum alam.


Kemajuan teknologi dan tuntutan zaman, memungkinkan kita mendapatkan sesuatu serba cepat. Tetapi tidak asal cepat. Kualitas harus tetap terjaga. “Padi 100 hari baru panen itu bagus”. Tapi ingat itu ada yang bisa dipercepat. Mestinya, hasilnya harus lebih baik. Jadi, cepat, baik dan bermutu harus berlangsung bersama.


Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Mendapatkan sesuatu dengan mudah membuat orang enggan bersusah payah. Tak mau melewati proses. Alias malas. Yang penting cepat !.

Bermutu atau tidak, itu urusan nanti. Berorientasi hanya pada hasil. Proses tidak penting. Parahnya, “virus” itu sudah menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Ingin sukses dengan cara instan. Jadilah, banyak orang korupsi, punya gelar palsu, beli skripsi, ijazah aspal, asal lulus, cepat kaya lewat penggandaan uang dan lain sebagainya.

Kalau memang berat, membosankan dan ketinggalan zaman mengapa kita harus bermutu? Kalau ada cara cepat yang memberi hasil, mengapa tidak dicoba?.

Lebih lanjut, sekarang ini sudah terjadi pergeseran nilai di masyarakat. Orang makin individualis dan cenderung melecehkan hak orang lain. Untuk mengejar kesuksesannya, orang tak ragu-ragu mengorbankan orang lain.

Bersambung

Sabtu, 01 Maret 2008

Anak Sekolah Dasar Terpencil Juga Berhak Nikmati Akses ICT

Anak Sekolah Dasar Terpencil Juga Berhak Nikmati Akses ICT




Desa Bangunharja, Dewasa ini, akses untuk teknologi informasi dan telekomunikasi (information and communication technology/ICT) memang sepatutnya tidak hanya dinikmati orang berpunya dan yang tinggal di kota-kota besar saja, namun juga anak-anak SD terpencil yang notabene dari kalangan tidak mampu.


Dunia komputer yang terus berkembang menuntut setiap orang harus menyesuaikan jika tidak mau ketinggalan jaman. Informasi berkembang begitu cepat dan tersedia dengan mudah dan murah. Internet merupakan salah satu perkembangan teknologi komunikasi modern yang mau tidak mau harus diikuti karena melalui internet diperoleh informasi yang begitu banyak, lengkap, cepat, dan murah. Internet menjadi kebutuhan baru baik bagi individu yang mengikuti perkembangan teknologi maupun bagi instansi.

Pembelajaran komputer di sekolah dasar merupakan hal baru yang belum semua sekolah melaksanakan terkait dengan ketiadaan sarana dan prasarana. Selain itu pengetahuan tentang komputer merupakan hal yang relatif baru. Namun karena pendidikan harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pembelajaran komputer secara perlahan tapi pasti akan menjadi suatu kebutuhan sekolah.


Setiap sekolah di Indonesia perlu mendapat akses terhadap Iptek ini.


Contoh Kegiatan

Berikut ini adalah salah satu kegiatan dalam pengenalan ICT terhadap anak-anak kurang mampu yang dilakukan oleh AIESEC Local Committee Universitas Indonesia

“Padahal di era ICT literate ini, semua berhak mengakses ICT, termasuk anak-anak tidak mampu di daerah terpencil,” kata Isya Hanum, Organizing Committee President of Children of Tomorrow AIESEC University of Indonesia.
Oleh sebab itu, melalui program Children of Tomorrow, AIESEC Local Committee Universitas Indonesia berupaya mengenalkan ICT di dunia pendidikan, termasuk anak-anak kurang mampu tersebut.

“Kami percaya, dengan akses terhadap ICT mampu menyamaratakan mereka dengan anak-anak yang lebih mampu,” tambahnya, optimistis.

AIESEC merupakan organisasi nirlaba internasional yang sepenuhnya dijalankan oleh para mahasiswa yang peduli pada pengembangan anak muda, komunitas, serta lingkungan sekitar. AIESEC ada di lebih 800 universitas di 90 negara, termasuk di Indonesia.

Berbekal kemauan dan keyakinan, para mahasiswa di seluruh dunia bahu membahu mengenalkan ICT kepada anak-anak kurang mampu dengan satu misi, masa depan yang lebih baik.

“Kami selalu bilang pada anak-anak, komputer dan Internet merupakan perpustakaan dunia,” Hanum menambahkan.


Sumber:

1. http://www.ui.ac.id/
2. http://www.aiesec.org/

Minggu, 17 Februari 2008

Visi dan Misi Sekolah

Visi dan Misi Sekolah

2018 Terbaik di Kecamatan Cisaga
2025 Terbaik di Kabupaten Ciamis

1. Sekolah Pengembang Akhlakul Karimah

(7 Budi Utama)
* JUJUR
* TANGGUNG JAWAB
* VISIONER,
* DISIPLIN
* KERJA SAMA
* ADIL DAN
* PEDULI

2. Berwawasan IPTEK Internasional
*TI&K
*Bahasa Inggris
3. Berwawasan Alam dan Lingkungan Hidup Serta Budaya Lokal
4. Sekolah Pengembangan Olahraga
(Sepak Bola)

Jumat, 01 Februari 2008

Siapa Guru Itu?


Bissmillahirrohmanirrohim

Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sebuah sertifikat guru. Sertifikat guru adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Sertifikat guru didapat melalui proses yang disebut sertifikasi guru.Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.

Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Kedudukan guru tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:

* Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
* Berakhlak mulia,
* Sehat,
* Berilmu,
* Cakap,
* Kreatif,
* Mandiri, serta
* Menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pofesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut:

* Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
* Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
* Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
* Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
* Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
* Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
*Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
*Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
*Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:

*Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
*Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
*Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
*Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan
*Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.


Maju Terus Pendidikan Desa dan Bangsa Kita.

Semangat

Sumber: 

Situs Resmi Pemerintahan Kota Banjar
Desa Bangunharja
Sekolah-Sekolah di Desa ku.