Minggu, 28 Februari 2010

Tips Internet Sehat

7 Internet Sehat Checklist

1
. Berhati-hatilah menggunakan e-banking di tempat umum, semisal warnet. Mintalah jaminan keamanan PC kepada petugas warnet tersebut.

2. Tidak memberikan password apapun kepada siapapun di Internet.

3. Jika membuat situs pribadi atau melakukan chatting, janganlah memberikan data pribadi (alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, dll.).

4. Buatlah minimal 2 alamat e-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi untuk keperluan berlangganan milis atau layanan Internet.

5. Jangan buka file kiriman (attachment) dari seseorang yang tidak kita kenal benar. Langsung di delete saja.

6. Tetaplah ingat untuk memperpanjang sewa nama domain yang anda miliki.

7. Peran orang-tua / guru dalam membimbing dan mengarahkan anak / murid tidak dapat digantikan dengan software apapun.

Sumber:

Dari Internet Sehat

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.

2. Arip Nurahman

3. Fahmi Ramadhan

Sabtu, 27 Februari 2010

Majalah Fasilitator


Fasilitator Edisi I Th.2002.pdf Download


Sumber:

http://www.ditptksd.go.id/

Selasa, 12 Januari 2010

Sekolah Alam Bangunharja


"Ti Gusti Rabb Anu Murbeng Alam, Urang Sarerea Kenging Elmu Pangaweruh"

Sekolah bagi anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) dengan konsep menjadikan sekolah terindah bagi siswa-siswinya.

Sekolah Alam Bangunharja mengajak orang tua siswa bersama pengelola sekolah (yayasan) dan syura guru mengamati dan membantu proses belajar di Sekolah Alam Bangunharja, karena sesungguhnya mendidik dan mengarahkan anak adalah kewajiban orang tuanya. Diharapkan dengan kerja sama orang tua, guru, dan pihak yayasan akan tercipta lingkungan belajar kondusif yang menyenangkan semua pihak, terutama para siswa.

Intro:

Sekolah alam adalah sebuah model pendidikan yang berusaha mengadaptasi apa yang telah dibuktikan oleh Rasulullah SAW pada masanya ke masa kini dan masa di mana generasi Rabbani kelak menjadi pemimpin di muka bumi. Sekolah Alam berusaha mengembangkan pendidikan bagi semua (seluruh ummat manusia) dan belajar dari semua (seluruh makhluk di alam semesta).

Sekilas Pandang

Kemerdekaan berarti kebebasan manusia untuk menentukan bagaimana mereka mengatur dirinya sendiri dan merencanakan masa depan generasi berikutnya.

Namun saat sekelompok orang meraih kemerdekaan mereka harus menghadapi banyak rintangan dalam membangun sebuah bangsa. Hanya dengan pendidikan yang baik akan menjadikan bangsa itu besar dan bermartabat.

Sekolah alam adalah salah satu cara yang tepat untuk mendidik anak bangsa menjadi pemimpin dunia, dimana alam mendekatkan mereka kepada penciptanya dan mengajarkan mereka untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan.

Dengan nikmat yang tuhan berikan berupa kekayaan alam kita harus mendidik rasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pemanfaatan alam bagi keberlangsungan hidup kita serta terus membangkitkan rasa persatuan dari keberhasilan yang kaya di bumi Indonesia agar terus berjaya berikut kekayaan alamnya.

Sekolah alam sangat menitik beratkan pembelajaran ahlak agar melahirkan pemimpin yang mengacu pada fungsi penciptaan anak manusia sebagai khalifatullah fil Ardh yang mengharuskan wujudnya ahlakul kharimah. Untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rabu, 06 Januari 2010

Apa itu Internet Sehat ?

Disusun Ulang Oleh:

1. Wawan Nurwana, S.Pd.
2. Arip Nurahman
3. Fahmi Ramadhan

Apa itu Internet Sehat ?

Internet merupakan sebuah jaringan global yang memungkinkan komunikasi antar kota dan bahkan antar negara dapat dilakukan dengan biaya yang murah. Kita bisa mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) dan mencari informasi (browsing) dengan siapapun, darimanapun dan kemanapun dengan biaya pulsa telepon lokal. Kita bisa pula "bertelepon" ke luar negeri, juga dengan pulsa lokal. Internet dipadati dengan materi pendidikan dan hiburan.

Ingatlah, tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat bagi kita. Beberapa isinya bahkan cenderung merugikan kita, anak-anak dan murid. Materi yang merugikan tersebut terdapat di situs-situs negatif, misalnya pornografi, madat, rasisme, kekerasan dan perjudian. Di Internet dapat pula terjadi pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual ringan maupun berat.

Tetapi jangan kuatir, dengan kerjasama kita, pengaruh negatif di Internet dapat kita kecilkan sekaligus mengoptimalkan manfaat positifnya. Untuk itulah maka komunitas Internet di Indonesia yang peduli dengan "sehat"-nya Internet menjalankan program Internet Sehat dengan tujuan:

- membantu mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.

- membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya.

- membantu mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).

Internet Sehat
cyberwise@ictwatch.com

Sumber:

Internet Sehat

Minggu, 03 Januari 2010

Kurikulum TIK untuK TK / SD

(Para Siswa Sedang Belajar sambil Bermain di SDN Bangunharja)

Belajar Sambil Bermain dengan Komputer

Anak belajar melalui permainan mereka. Anak-anak yang masih kecil sebetulnya sudah melakukan proses belajar dengan cara mereka sendiri, terlepas dari sekolah atau homeschool. Menurut pendapat saya, sebuah rumah sudah merupakan tempat yang cukup besar untuk balita bereksplorasi. Apakah anda pernah mendengar balita yang tidak berkeliling dan mencoba memegang/meneliti semua barang yang dilihatnya ?

Main ! Main ! Main ! Bermain merupakan hal utama bagi anak kecil. Anak belajar melalui permainan mereka. Mereka belajar tentang badan mereka, lingkungan mereka, orang-orang sekitar mereka.

Anda dapat terus membaca halaman ini atau langsung ke halaman kegiatan membaca, kegiatan matematika, atau ide kegiatan preschool.

Pentingnya bermain

Sejak lahir anak mempunyai rasa ingin tahu. Mereka ingin tahu bagaimana dunia mereka. Bayi belajar dengan cara berinteraksi dengan orang di sekitar mereka, dengan menggunakan indera mereka.

Perhatikan bayi anda dan lihatlah proses belajar yang mereka lakukan.

Saya senang sekali memperhatikan bayi ketika mereka baru berusia beberapa hari. Bagaimana mereka berusaha memasukkan ibu jarinya ke mulut untuk disedot. Bagaimana mereka berusaha mengeluarkan tangannya dari bedong mereka.

Anak belajar melalui permainan mereka. Orang dewasa sebaiknya ikut dalam permainan tersebut. Mainan tidak terlalu penting karena orangtualah mainan utama bagi anak-anak.

(Early Years Homeschool)

From SpeedyWiki

Sumber: Onno W. Purbo, B.Sc., M. Sc., Ph.D.

Sering kali kita menjadi tidak kreatif dan mengajarkan anak-anak untuk menggunakan komputer seperti orang dewasa. Banyak sekolah dasar di Indonesia mengajarkan komputer untuk anak-anak untuk keperluan mengetik, membuat presentasi, menghitung menggunakan spreadsheet yang sebetulnya tidak cocok untuk anak-anak.

Dunia komputer jauh lebih luas daripada sekedar mengetik, membuat presentasi dan menghitung spreadsheet. Pada kesempatan ini akan di jelaskan khususnya untuk sistem operasi Linux, karena memang jauh lebih banyak aplikasi pendidikan yang menarik dan bebas / gratis di Linux di bandingkan di sistem operasi Windows.

Contents

Cara Belajar Sambil Bermain

Pengalaman saya dalam belajar sambil bermain. Di awal proses belajar tersebut tampaknya anak tidak mungkin kita lepas sendiri karena kemungkinan tidak tahu arah kemana harus mencari atau menggunakan aplikasi pendidikan.

Sangat di sarankan bahwa anak-anak terutama untuk pra-sekolah dan TK di dampingi oleh guru atau orang tua dalam proses belajar tersebut. Tapi untuk SD, mungkin ada baiknya dibuat suasana kompetisi atau kerjasama kelompok dalam belajar sambil bermain komputer tersebut karena memang software yang ada sangat memungkinkan hal ini terjadi.

Aplikasi Belajar Sambil Bermain

Konsep yang di kembangkan mungkin lebih cocok di sebut belajar sambil bermain. Aplikasi belajar perlu di tambahkan ke Ubuntu yang normal, karena Ubuntu yang normal biasanya belum di instalasi aplikasi untuk belajar ini. Bagi anda yang menggunakan Sabily, yang merupakan turunan Ubuntu, maka anda cukup beruntung karena Sabily sudah menambahkan beberapa aplikasi untuk pendidikan ini ke dalam desktop. Detail tentang cara menambahkan aplikasi pendidikan di Ubuntu akan di jelaskan sesudah ini.

Kumpulan aplikasi pendidikan pada dasarnya dapat di akses melalui dua (2) menu, yaitu,

Applications → Education
Applications → Games

Sebagian besar memang adanya di Education. Tampak pada gambar adalah menu aplikasi pendidikan yang ada di menu Education.

Aplikasi pendidikan yang ada pada menu Games memang tidak sebanyak pada menu Education karena memang lebih banyak Games di situ. Salah satu Games pendidikan yang mungkin akan menarik untuk di lirik adalah:

Tux Math
Tux Typing

Walaupun bentuknya game, tapi menarik untuk digunakan untuk pendidikan.

Contoh Software Pendidikan untuk Pra-Sekolah & TK

Salah satu aplikasi paling klasik untuk pendidikan pra-sekolah adalah Tux Paint. Tux Paint pada dasarnya adalah aplikasi untuk menggambar. Bedanya dengan Paint Brush di Windows, Tux Paint sudah di lengkapi dengan banyak fasilitas yang membuat menggambar menjadi sangat menyenangkan. Salah satu yang mungkin akan membuat anak-anak menjadi suka adalah fasilitas Stamp. Menggunakan fasilitas Stamp Tux Paint menyediakan gambar-gambar yang sudah jadi, tentang Hewan, topi, pesawat dan banyak lagi. Yang menariknya lagi, pada saat anak mengklik salah satu gambar hewan tersebut maka Tux Paint akan mengeluarkan bunyi suara hewan yang di maksud. Jadi anak-anak menjadi tahu bentuk, gambar dan suara hewan tersebut.

Cara menggunakan Tux Paint sangat mudah sekali, mungkin yang perlu di arahkan adalah kreatifitas anak dalam berkarya menggambarkan dan memvisualisasikan apa yang ada di benak mereka dalam bentuk gambar-gambar.

Contoh Software Pendidikan untuk SD

Tux Math barangkali software paling klasik untuk pelajaran matematika di SD. Berbeda dengan proses belajar yang lain yang lebih banyak berupa latihan (drill). Tux Math berbentuk game, anak-anak akan di ajak untuk berlomba-lomba menjawab / mengisi angka dari pertanyaan matematika. Jika gagal beberapa kali menjawab pertanyaan maka “meteor” yang berisi pertanyaan akan menghancurkan Iglo tempat Pinguin mengamankan diri dan akhirnya akan hancur. Mereka yang dapat secara cepat menjawab pertanyaan akan memperoleh skor yang paling tinggi dan jadi pemenang.

Game seperti ini akan menjadi menarik karena di suasana kompetisi sangat terasa. Ada beberapa tingkat kesulitan yang di tawarkan oleh Tux Math, mulai dari yang sangat sederhana seperti tambah kurang, hingga tingkat yang lebih rumit seperti kali bagi hingga jawaban minus.

Untuk menambah tegang suasana Tux Math juga mengeluarkan suara / musik yang akan terasa jika komputer di sambungkan ke Speaker.

Kumpulan software aplikasi yang tidak kalah menarik bagi anak-anak SD adalah Gcompris yang berisi sangat banyak game untuk mendidik anak. Game yang ada membantu akan dalam berhitung, membaca dan aktifitas motorik anak, mengenali keyboard, mengenali mouse dan masih banyak lagi. Sambil bermain. Bahkan anak saya sampai kelas 3 SD sangat suka dengan game ini.


Contoh Software Pendidikan untuk SMP

Untuk SMP dan juga untuk SD, barangkali Marble akan menjadi sangat menarik. Marble adalah aplikasi yang menggambarkan Bola Dunia. Kita dapat berjalan-kalan di bola dunia dan mencari tempat-tempat yang menarik.

Marble mempunyai fasilitas untuk memutar Bola Dunia, men-Zoom supaya lebih jelas dan masih banyak lagi. Dengan demikian kita dapat melihat posisi tempat dengan lebih detail.

Jika tersambung komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet, Marble mempunyai fasilitas yang lebih lengkap untuk memperoleh informasi tentang tempat yang kita inginkan. Dalam contoh di perlihatkan informasi tentang Kota Bandung yang di peroleh Marble dari Wikipedia.

Contoh software pendidikan lain yang tidak kalah menarik untuk tingkat SMP adalah Kstar atau Stellarium. Kedua software ini lebih di fokuskan pada dunia astronomi / bintang.

Yang menarik dari software Kstar, jika komputer yang kita gunakan tersambung ke Internet dengan kecepatan tinggi, maka kita dapat mencari gambar-gambar bintang, bulan dan planet yang ada di tata surya dari hasil jepretan kamera milik NASA atau observatorium yang di dunia.

Tampak pada gambar adalah foto dari Crab Nebula yang di ambil oleh Hubble Space Telescope yang di operasikan oleh STScl untuk NASA. Gambar ini di ambil menggunakan Kstar yang tersambung ke Internet. Kita pada dasarnya dapat dengan mudah mengambil banyak sekali gambar-gambar bintang yang mungkin tidak kita kenali di pelajaran sekolah yang normal.

Disini kita bisa banyak belajar tentang kebesaran Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.


Contoh Software Pendidikan untuk SMA

Untuk tingkat SMA jika di gali akan sangat banyak software yang akan membantu pendidikan di SMA. Salah satu yang mungkin akan memecahkan momok pelajaran SMA adalah tabel periodik pelajaran Kimia. Software aplikasi Kalsium akan sangat membantu dalam memecahkan masalah tersebut.

Di Kalium pun terdapat fasilitas untuk memecahkan persamaan Kimia sehingga dengan mudah kita dapat mengetahui apa yang harusnya terjadi.

Salah satu yang menarik adalah jika kita mengganti legenda / skema dari kalsium agar di perlihatkan aplikasi masing-masing unsur kimia di kehidupan sehari-hari seperti tampak pada gambar.


Menambahkan Software Pendidikan di Ubuntu

Menambahkan software, termasuk software pendidikan, di Ubuntu yang paling sederhana adalah melalui menu Add/Remove Software yang terdapat di Applications → Add/Remove Software. Pada menu Add/Remove Software terdapat daftar berbagai software yang sudah di kelompokan ke dalam beberapa kelompok besar software, seperti,

Accessories
Education
Games
Graphics

dan masih banyak lagi. Kita cukup memilih software yang akan kita install; kemudian menekan tombol “Apply Changes”.

Pada software aplikasi pendidikan terdapat beberapa aplikasi seperti,

Pre-School Bundle - bundel program belajar pra-sekolah.
Primary Bundle - bundel program belajar tingkat SD
Secondary Bundle - bundel program belajar tingkat SMP
Tertiary Bundle - bundel program belajar tingkat SMA
Education suite Gcompris – kumpulan program belajar untuk 2-10 tahun.
KAlgebra - belajar aljabar
KBruch - belajar pecahan
KGeography - program untuk membantu belajar geografi.
KHangMan - game hangman / orang yang di gantung
KLettres - program untuk belajar alfabet
KStars - Planetarium di desktio
KTouch - Tutor untuk mengetik
KTurtle - Lingkungan pemrogramman untuk pendidikan
KWordQuiz - program untuk belajar vocabulary
Kalzium - tabel periodik kimia
Kanagram - game urutan huruf
Kig - Mengexplorasi konstruksi geometri
KmPlot - Plotter fungsi matematika
Marble - Desktop bola dunia
Parley - trainer vocabulary
Step - simulasi experimen fisika
Tux Paint - menggambar untuk anak


Jika kita mengganti parameter Shows menjadi Shows: All Open Source Applications maka akan di perlihatkan banyak sekali software tambahan yang dapat kita tambahkan untuk pendidikan. Memang sebagian adalah software untuk pendukung penelitian di tingkat perguruan tinggi. Perlu di catat bahwa parameter default untuk Shows adalah “Canonical maintained applications” yang jumlahnya lebih sedikit.

Contoh software pendidikan yang ada seperti:

CTSim  - mensimulasi proses dari tomografi menggunakan X-ray.
Celestia - mengexplorasi jagat raya.
BKchem - untuk menganalisa struktur dan reaksi kimia.

Dan masih banyak lagi, yang sebaiknya di explor sendiri oleh para pembaca.

Untuk menginstalasi aplikasi pendidikan ini tidak sukar, cukup di klik saja pada aplikasi yang kita inginkan. Kemudian tekan tombol “Apply Changes” di sebelah kanan bawah nanti Ubuntu akan meminta konfirmasi apakah kita ingin menginstall software yang kita inginkan. Jika kita ingin benar-benar menginstalasi software tersebut, tekan tombol “Apply”. Dalam contoh kita sedang berusaha untuk menginstalasi software KGeography yang akan membantu seorang anak dalam belajar Geografi.

Masalah yang biasanya akan timbul adalah kita biasanya membutuhkan sambungan ke Internet, karena umumnya semua software ini tersedia bebas untuk di instalasi dari Internet. Bagi mereka yang tidak mempunyai akses ke Internet, atau akses ke Internet terasa lambat. Sangat di sarankan untuk membeli DVD repository semua software aplikasi Ubuntu dari situs Juragan Kambing yang beralamat di http://juragan.kambing.ui.edu.


Penutup

Demikin tulisan singkat tentang aplikasi open source untuk dunia pendidikan ini. Semoga dapat membuat cerah dunia pendidikan di Indonesia.


Pranala Menarik

Ucapan Terima Kasih:

Kepada Semua Sumber, terutama Bpk. Onno W. Purbo, Ph.D. Semoga amal baik bapak dapat dilipatgandakan oleh yang maha kuasa, amin!

Ditulis ulang oleh:

Arip Nurahman
Pendidikan Fisika, FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia
Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.
&

Wawan Nurwana, S.Pd., S.D.

Terima Kasih Semoga Bermanfaat

Sabtu, 19 Desember 2009

Pengalaman Si Guru Desa


INTEGRATION ICT IN EDUCATION

Indonesian
Experiences

Prof. Dr. Ir. Dodi Nandika-- Sekjen Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)

Disampaikan dalam:

INTERNATIONAL SYMPOSIUM OPEN, DISTANCE AND E-LEARNING
(ISODEL) 2009

Sekilas Tentang:

Prof. Dodi

ini mengaku banyak mendapat berkah dari rayap. Lewat serangga yang besaran tubuhnya hanya 3 milimeter itu, Prof Dodi tidak saja mendapat limpahan materi, tetapi juga nama besarnya. Bahkan, laboratorium rayap yang dikembangkan selama 25 tahun masa karirnya di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sekarang telah menjadi pusat rujukan antar perguruan tinggi.

"Laboratorium rayap yang saya kembangkan itu telah banyak dipergunakan oleh mahasiswa bukan saja dari IPB, tetapi juga perguruan tinggi lain. Bahkan, kami juga kerap mendapat order dari sejumlah perusahaan anti-serangga untuk uji produk. Sehingga laboratorium bisa membiayai sendiri kegiatan penelitian yang kita lakukan," kata Prof Dodi Nandika dalam percakapannya dengan Suara Karya di ruang kerjanya di Kantor Depdiknas, Jakarta, Kamis (13/10).

Pengalaman menarik selama beternak rayap adalah membuat aneka penganan dari rayap. Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Gizi Pangan IPB dan mahasiswa bimbingannya, Prof Dodi pernah melakukan uji coba pembuatan aneka penganan seperti kerupuk, rempeyek, permen, jelly dan cokkies dari rayap. Penganan itu terasa istimewa karena kandungan gizinya yang lebih tinggi dibanding kedelai.

"Hampir seluruh mahasiswa yang diminta untuk mencoba penganan itu tidak menolak rasanya. Mereka tidak tahu kalau penganan itu dibuat dari rayap. Saat dibuat kerupuk rasanya tidak jauh dibandingkan dengan kerupuk ikan belida dari Palembang. Hanya saja warnanya yang agak kehitaman sehingga kurang menggoda selera," katanya sambil tertawa berderai.

Karena itu, Prof Dodi melihat peluang yang cukup besar bagi rayap untuk dibudidayakan secara ekonomis. Karena dari segi mutu, kerenyahan, tekstur, kembang susut, gizi maupun ketengikannya tidak kalah dibandingkan dengan penganan dari ikan. Rayap yang dipergunakan adalah jenis kayu basah yang bentuknya besar dan gemuk.

"Teknologi yang dipakai sederhana yaitu menggunakan teknik isolasi yang memisahkan protein dan bahan bergizi lainnya dari "sampah" sehingga bahan yang kita pergunakan benar-benar tidak mengandung unsur yang berbahaya," ucap Prof Dodi yang menyayangkan penemuan yang cukup berharga itu ternyata belum direspon kalangan industri.

Begitu dinamisnya kegiatan di laboratorium rayap membuat Prof Dodi Nandika selalu kangen untuk meluncur ke sana. Namun, hal itu baru bisa dilakukannya pada hari Sabtu. "Begitu ada waktu luang di hari Sabtu, biasanya saya langsung meluncur ke lab saya di kampus IPB di Jalan Darmaga. Saya kangen dengan celoteh mahasiswa-mahasiswa saya yang biasanya banyak informasi terbaru soal rayap," ujar pria kelahiran Rangkasbitung, Banten, 7 Desember 1951 itu.

Prof Dodi mengungkapkan, dirinya dalam beberapa bulan terakhir ini hampir tidak sempat lagi berkunjung ke "rumah" keduanya, kampus IPB. Maklum, jabatannya sebagai orang nomor dua di Depdiknas yang banyak terkait dengan birokrasi sangat berlawanan dengan jiwa penelitinya yang cenderung bebas. Kondisi itu ternyata sempat membuatnya stress selama hampir 3 bulan.

"Selama tiga bulan itu, saya terus melakukan penyesuaian atas pekerjaan baru yang jenis pekerjaannya sangat berlawanan dengan watak peneliti yang cenderung bebas. Karena peneliti itu tidak punya atasan secara langsung. Usaha itu tidak mudah memang. Tetapi karena saya termasuk tipe orang yang suka belajar dan kerja keras, akhirnya dalam waktu tiga bulan semua tantangan itu bisa terlalui. Sekarang saya sudah lebih enjoy," tutur ayah tiga orang putri ini.

Karir Prof Dodi Nandika di Depdiknas dimulai tahun 2002 lalu sebagai Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Setelah itu, karirnya menanjak sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdiknas. "Karena latar belakang pendidikan saya yang banyak di penelitian, saya menikmati sekali pekerjaan di litbang ini," kata Prof Dodi yang diangkat sebagai Sekjen Depdiknas sejak Mei 2005.

Sedangkan karir Prof Dodi Nandika di IPB dimulai dari bawah sebagai dosen. Baru pada tahun 1988 ia dipercaya sebagai sebagai Asisten Direktur Administrasi, Pusat Antar Universitas (PAU) Ilmu Hayat IPB. Karirnya terus meningkat dengan menjadi Asisten Direktur Program PAU, lalu diangkat sebagai Direktur PAU Ilmu Hayat IPB merangkap Ketua Program Studi Ilmu Pengetahuan Kehutanan, Program Pasca Sarjana IPB pada tahun 1999-2002.

"Setelah itu karir saya berkembang di Depdiknas," ucap Prof Dodi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pengembangan SDM Banten itu.

Prof Dodi menuturkan, perjalanan akademis maupun karirnya itu tak lepas dari didikan keras ayahnya, (alm) Ami Sukardi --Kepala Taman Nasional Ujung Kulon. Sejak kecil, ia sudah di setting sebagai ahli kehutanan. Sementara adik dan kakanya di setting agar cita-citanya sesuai dengan keinginan ayahnya. Karena itu setiap hari ayahnya "mencekoki" Dodi kecil dengan cerita-cerita yang tak jauh dari hal-hal yang berbau kehutanan dan konservasi alam.

"Ayah saya itu sangat otoriter. Waktu kecil saya seperti robot yang harus mengikuti apa yang diucapkan ayah. Mulai dari bangun pagi, makan, sekolah, pulang sekolah, belajar, mengaji hingga belajar lagi di malam hari begitu teratur. Keluar dari jalur yang sudah ditetapkan, saya pernah dirotan. Waktu itu saya bolos ngaji terus main bola, pulangnya ayah sudah menunggu di depan pintu dengan tangan memegang rotan," katanya.

Karena tidak ada kesempatan untuk bermain dengan teman sebaya, Prof Dodi mengaku, masa kecilnya ia sangat kuper (kurang pergaulan). Ia hanya punya teman main sebanyak 7 orang. Karena waktunya banyak dihabiskan untuk belajar, tak heran bila Prof Dodi cukup berprestasi di sekolah. "Saya berprestasi bukan karena pandai, tetapi karena saya paling banyak belajar dibanding teman-teman," kata Prof Dodi sambil bergurau.

Sikap keras ayahnya terlihat saat akan mendaftar di IPB, setiap calon mahasiswa mendapat kesempatan untuk menulis dua pilihan program studi. Ia diminta untuk menulis satu pilihan saja yaitu Fakultas Kehutanan saja. Pilihan lain dibiarkan kosong. "Untungnya saya diterima, kalau nggak habis riwayat saya," ujarnya.

Saat akan skripsi S-1, Prof Dodi mengaku kebingungan mengambil tema penelitian. Akhirnya dipilih soal rayap atas saran salah seorang dosennya. "Setelah itu, saya mulai jatuh cinta pada rayap. Begitupun saat saya mengambil program S-2 dan program doktor, yang tak jauh-jauh dari rayap. Karena ternyata rayap itu telah memberi saya limpahan materi, mengingat tak banyak orang yang menekuni binatang ini secara konsisten," kata suami dari Mimin Susiani itu.

Dua puluh lima tahun ber"gaul" dengan rayap, Prof Dodi menyebut banyak nilai-nilai yang bisa diambil manusia dari kehidupan rayap. Pertama, nilai kebersamaan. Rayap adalah serangga yang tergolong social insect dimana tidak bisa hidup sendirian. Karena tidak ada yang patut dibanggakan dari rayap yang bertumbuh sangat kecil, jalan sangat lambat, lembek dan buta.

"Tetapi hati-hati bila rayap sudah bersama, mereka bisa membentuk satu kekuatan untuk merusak tanah, kayu maupun pohon," ujarnya. Nilai kedua adalah disiplin. Karena para rayap itu bekerja sesuai dengan bidang kerjanya dan tepat waktu. Misalnya, rayap pekerja akan giat bekerja dan ratu rayap yang terus bereproduksi. Nilai ketiga adalah bela negara, khusus untuk rayap tentara yang berani mati untuk membela koloninya. Nilai keempat adalah rayap adalah pekerja keras. Tidak ada waktu bagi mereka untuk bermalas-malasan. Pembagian kerja dilakukan secara bergantian.


Dan nilai kelima adalah efisiensi. Rayap memakan bangsanya sendiri yang sedang sekarat sehingga tidak ada yang terbuang percuma. Sehingga tidak ada protein yang membusuk yang bisa mencemari lingkungan. Proteinnya diselamatkan para pekerja untuk energi lagi.

Pada musim tertentu, rayap menjadi laron dan beterbangan di bawah sinar lampu secara berpasang-pasangan. Setelah melepas sayapnya, pasangan rayap itu melakukan perkawinan dan mencari lokasi untuk membuat koloni. Bila dia berasal dari rayap kayu kering, biasanya sasarannya mencari kayu kering pula. Misalnya saja mebel. Dia masuk lewat retakan kecil mebel tadi. Rayap bisa masuk ke dalam rumah melalui fondasi atau kayu dinding rumah. Sedangkan laron yang berasal dari rayap tanah akan kembali ke tanah.

"Satu koloni rayap itu bisa mencapai jutaan ekor. Karena itu, jangan tertipu telah berhasil memberantas rayap di rumah, karena sebenarnya koloninya sudah berkembang men- capai jutaan ekor di dalam tanah. Namum, tidak perlu khawatir karena teknologi untuk memberantas rayap sudah demikian maju," tuturnya.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan saat pensiunan, Prof Dodi akan tetap "menggeluti" rayap di laboratorium rayap miliknya hingga tidak mampu lagi. Hal lain adalah menulis buku, yaitu buku soal rayap dan biografi. Saat ini, Prof Dodi telah menulis buku berjudul "Rayap, Biologi dan Pengendaliannya" hasil penelitian bersama dua orang mahasiswa program doktornya, Yudi Rismayadi dan Farah Diba. "Di masa depan, saya ingin lebih banyak menulis buku," kata Ketua Dewan Pakar/Penasehat Ahli Ikatan Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia itu. (Tri Wahyuni)

Jumat, 18 Desember 2009

Pengalaman Si Guru Desa

INTERNATIONAL SYMPOSIUM OPEN, DISTANCE AND E-LEARNING

(ISODEL) 2009

8 - 11 December 2009

Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa

Yogyakarta, Indonesia


Thank to all the parties that has been supported and worked for the success of ISODEL 2009

NEW:

Download Presentation


PLENARY:



Plenary 3

PARALLEL

Parallel 1A

Parallel 1B

Parallel 1C

Parallel 1D

Parallel 2A

Parallel 2B

Parallel 2C

Parallel 2D

Parallel 3A

Parallel 3B

Parallel 3C

Parallel 3D

Parallel 3E

Summary and Recommendation


Education in Digital Era:

CONTINUOUS PROFESSIONAL DEVELOPMENT FOR ICT-BASED LEARNING

The massive development of Information and Communication Technology (ICT) creates fundamental changes in all aspects of human life, including education. Today, ICT is a main part of educational system and it has inspired a change in teaching and learning approach.
The emerging ICT inevitably forces the government, educators, and trainers in all countries to maintain a continuous professional development especially for teachers.
With reference to the success of the implementation of ISODEL 2007 in Bali on "The Emerging Technology for Teaching and Learning: A New paradigm of Learning", ICT Center for Education (Pustekkom) Ministry of National Education (MONE) would like to conduct ISODEL 2009 with its theme "Education in Digital Era: Continuous Professional Development for ICT-based Learning".
ISODEL 2009 provides a highly worthy opportunity to policy makers, scientists, academics, researchers, and practitioners from across the globe to acknowledge and share ideas, inputs and recommendations in solving global problems in education with current strategy and tactics from experts in mutual synergy and collaboration.

MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION, INDONESIA

CENTRE FOR INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY FOR EDUCATION